Tabrak asteroid, manusia mengubah orbit benda angkasa untuk pertama kalinya
Pada tanggal 11, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengonfirmasi bahwa wahana DART telah sukses menghantam asteroid Dimorphos yang berada di lebih dari 10.000 kilometer dari bumi untuk mengubah orbitnya pada akhir September, menjadi langkah pertama manusia untuk mengubah orbit benda langit.
Administrator NASA, Bill Nelson mengatakan, “(Dimorphos) berada tujuh juta mil dari bumi, ditabrak dengan kecepatan 14.000 mph dan target terpukul telak. Ini adalah momen penting untuk misi pertahanan planet yang juga merupakan momen penting peradaban manusia.”
Keberhasilan uji coba NASA membantu mengurangi bencana bumi
Dimorphos adalah asteroid berdiameter sekitar 160 meter yang seukuran dengan piramida mesir, mengorbit asteroid lainnya yang lebih besar. Pada tanggal 26 September, NASA mengirimkan wahana DART yang seukuran kulkas untuk menabrak Dimorphos untuk mendorongnya ke orbit yang lebih kecil dan lebih cepat. Keberhasilan misi ini akan membantu mengurangi bencana asteroid atau benda langit lainnya menghantam bumi di masa depan.
Asteroid kelas “Dimorphos” sudah cukup untuk menghancurkan sebuah kota
Program penabrakan asteroid ini memakan waktu tujuh tahun dan menelan biaya sebesar NT$ 10,5 miliar. Wahana DART diluncurkan ke luar angkasa pada November 2021, kebanyakan waktu dikendalikan dari bumi, dan terakhir diserahkan ke sistem navigasi otomatis. Uji coba terhadap dua asteroid kali ini maupun pengujian itu sendiri tidak menimbulkan ancaman bagi bumi. Jika asteroid Dimorphos menghantam bumi, juga tidak akan menyebabkan bencana global, tetapi sudah sanggup untuk menghancurkan sebuah kota besar.
