Omset lumpia meroket menjelang festival Cheng Beng
發布時間:
更新時間:
Menyiapkan lumpia sebagai sesajen merupakan tradisi warga Taiwan menjelang Cheng Beng. Sebuah toko lumpia di Tainan yang telah beroperasi lebih dari 60 tahun telah dipenuhi antrean warga yang menunggu untuk membeli lumpia pada tanggal 2 pagi.
Pelanggan dan reporter. “Beli 30 buah. Paling banyak boleh membeli 30 buah. (Anda membeli 30 buah). (Mengapa membeli sedemikian banyak). Sangat enak.”
Toko lumpia berusia 60-an tahun jumpai kesibukan di hari pertama liburan
Pelayan toko menaruh kol, tahu dan bahan lainnya di atas kulit lumpia, menabur bubuk kacang manis dan melipat lumpia. Makanan khas saat Cheng Beng ini banyak dibeli oleh warga untuk dijadikan sesajen sehingga membuat toko sangat sibuk pada hari pertama liburan dan harus mengerahkan puluhan staf untuk melayani pelanggan.
Toko lumpia kerahkan tenaga 3 generasi untuk membuat lumpia segar
Toko yang mengerahkan seluruh stafnya bukan hanya ini. Menjelang Cheng Beng, sebuah toko kelontong di pasar Nantian, kota Chiayi selalu menjual lumpia yang dibuat langsung. Bisnis yang ditekuni dua orang ini telah berjalan lebih dari 30 tahun. Mereka dapat membuat 500 lumpia dalam satu jam. Generasi tua, menengah dan muda semuanya ikut membantu untuk mengatasi kesibukan.
Pemilik toko menyampaikan, “setiap menjelang festival selalu muncul antrean. Bagi yang tidak ingin menunggu lama biasanya telah membeli satu minggu lebih awal atau lima hari lebih awal. Beberapa hari ini ada yang membeli lumpia dan dibekukan. Besok jumlah pembeli akan lebih banyak.”
Walau festival Cheng Beng jatuh pada tanggal 4, ada banyak warga yang membeli lebih awal bukan hanya untuk sekedar sesajen, namun juga karena cita rasa khas ini.

