Kaohsiung terapkan pengaturan jumlah kapal yang kembali
發布時間:
更新時間:
Kaohsiung terapkan pengaturan jumlah kapal yang kembali
Kapal ikan berlabuh di dermaga untuk bongkar muatan. Seiring pergantian musim hasil laut, ada ratusan kapal penangkap cumi-cumi lepas pantai yang akan kembali ke dermaga Qianzhen Kaohsiung dari akhir Mei hingga Juni. Pemkot Kaohsiung akan mengatur jumlah kapal yang kembali sebagai langkah pemeriksaan.
Kapal ikan di Pingtung jalani pemeriksaan ketat sejak Mei
Setelah kasus kapal militer Panshi, kapal ikan yang berlabuh juga wajib menjalani 14 hari karantina. Pihak pemkot telah mengalokasikan 11 zona pemeriksaan kapal. Namun di kawasan Donggang Pingtung, kapal ikan tuna telah berkumpul di dermaga Yanpu sejak bulan Mei untuk menjalani pemeriksaan ketat. Tim patroli laut juga membatasi jumlah orang yang keluar dan masuk area dermaga. Namun karena CECC mewajibkan satu orang per kamar pada masa karantina, pemilik kapal harus menghadapi tantangan untuk menempatkan ABK mereka di losmen karena kapasitas ruang kapal mereka terbatas.
Biaya tinggi karantina menyebabkan pemilik kapal merasa keberatan
Bila dihitung dari biaya karantina sebesar NT$ 2.300 per hari, 12 ABK selama 14 hari akan memakan biaya NT$ 380.000. Banyak pemilik kapal yang keberatan dan merasa kebijakan karantina kapal selama 14 hari ini tidak masuk akal.
Sekjen Taiwan Tuna Longline Association (TTLA) // He Shi-jie menyatakan, "(Kapal) menjalani masa karantina selama 14 hari. Hal ini sudah merupakan standar prosedur ketat. (Ditambah dengan 30 hari di laut) semuanya menjadi 44 hari. Dibandingkan dengan prosedur kembali dengan naik pesawat, 14 hari mereka
menjadi dua-tiga kali lipat lebih banyak."

Asosiasi tekankan pemeriksaan ketat dapat memicu protes
Ditekankan TTLA, masa kerja di laut kapal yang keluar-masuk dermaga sama dengan masa karantina karena mereka tidak memiliki sejarah interaksi. ABK yang dikarantina dalam ruang pengap dalam kapal sudah merupakan pilihan terakhir, bila pemerintah masih memperketat pemeriksaan, pemilik kapal akan memilih berdemo atau bahkan tidak berlabuh sama sekali.
Editor: Jonathan
