Rumput gelagah di tepi Sungai Lanyang berbunga memukau pengunjung
Terlihat hamparan putih bagaikan salju di bantaran tepi sungai Lanyang. Setiap musim gugur jelang dingin tiba, rumput gelagah yang ditanam khusus oleh Badan Administrasi Sungai I guna menahan tertiupnya debu di sekitar, akan mulai bermekaran. Panorama kedua sisi sungai bagai digerai karpet putih, memukau perhatian para wisatawan.
Rumput gelagah dapat berfungsi untuk menahan tertiupnya debu tanah
Sebelumnya saat musim gugur dan dingin tiba, karena dipengaruhi oleh angin muson timur laut, maka angin kuat yang bertiup di bantaran Sungai Lanyang, turut menerbangkan debu tanah, sehingga mengganggu kualitas kehidupan warga. Pihak Badan Administrasi Sungai I, mulai menanam Rumput gelagah di area bantaran, selain menahan debu yang tertiup, terlihat indah dan sekaligus dapat meningkatkan kualitas air sungai.
Luas area yang ditanami rumput gelagah lebih dari 1.000 hektar
Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, rumput gelagah yang ditanam di bantaran Sungai Lanyang mencatat 400 hektar, ditambah dengan pembudidayaan, kembang biak natural, kini luas total mencapai lebih dari 1.000 hektar. Badan Sumber Daya Air (WRA) menjelaskan kondisi penghijauan bantaran sungai di Jembatan Kavalan, Lanyang dan Atayal sangat baik, masyarakat dapat berjalan-jalan sembari menikmati keindahan bunga yang bermekaran.
