Harga minyak internasional naik lagi, bensin naik NT$0,7, solar naik NT$0,5
Ketegangan di Timur Tengah mengancam jalur perlayaran di Selat Hormuz dan Bab-el-Mandeb, memicu lonjakan harga minyak dunia. Jumat lalu, minyak mentah Brent ditutup pada harga US$96,78, dan minyak mentah di West Texas Intermediate (WTI) AS mencapai US$89,31 per barel. Keduanya melonjak 10% dalam sepekan. Bahkan, Brent sempat menembus US$100 untuk pertama kalinya pada pertengahan minggu sejak Mei tahun ini. Alhasil, Taiwan mengumumkan kenaikan harga BBM mulai tanggal 27, memicu antrean warga di SPBU.
==Bapak Chang // Pengemudi mobil==
Harganya naik terus, mau bagaimana lagi (Kenapa begitu?)
Karena harga minyak internasional naik
Pemerintah terus memberi subsidi juga bukan solusi (yang bagus)
Perang Timteng memanas, melonjaknya minyak Brent picu kekhawatiran inflasi
Perusahaan minyak CPC Taiwan mengumumkan kenaikan harga bensin dan solar masing-masing sebesar NT$0,7 dan NT$0,5, mulai 27 Juli. Setelah penyesuaian, harga bensin RON 92 menjadi NT$30,5, RON 95 menjadi NT$32 dan solar super menjadi NT$29,3. Langkah ini disusul oleh Perusahaan minyak Formosa Petrokimia. Kenaikan perdana CPC sejak April ini dipicu oleh memanasnya konflik di Timur Tengah dan Laut Merah.
Stop pengeboman ke Iran 2 hari berturut-turut, apakah AS kehabisan amunisi?
Ketegangan AS dan Iran mulai menunjukkan tanda-tanda mereda dalam beberapa hari terakhir. Usai melancarkan serangan udara terhadap Iran selama 13 malam berturut-turut, Pentagon menghentikan operasinya Jumat lalu untuk memberi ruang negosiasi, yang disambut serupa oleh Iran. Menjawab spekulasi bahwa penghentian ini dipicu oleh menipisnya stok amunisi militer AS, Presiden AS, Donald Trump menegaskan bahwa pasokan militer AS sangat mencukupi untuk kebutuhan tempur.
