Kelompok buruh Kaohsiung unjuk rasa tuntut 7 permintaan atasi upah rendah
Menjelang Pemilu Taiwan, ribuan anggota serikat perusahaan dan pekerja berkumpul di Kaohsiung untuk melancarkan demonstrasi yang menargetkan tujuh tuntutan utama, termasuk upah rendah, jaminan pensiun dan keselamatan kerja. Mereka berharap pemerintah dan calon presiden peduli akan hak pekerja dan bukan cuma sekedar merebut simpati para pekerja setiap kali menjelang pemilu.
Ribuan pekerja berkumpul di depan Pusat Kebudayaan Kaohsiung pada Sabtu tanggal 2 pagi. Serikat buruh “Gong Dou” turun ke jalan menuntut pemerintah mengatasi 7 masalah tenaga kerja yang mencakup masalah upah rendah, meningkatkan jaminan pensiun, menentang reformasi asuransi kerja yang buruk, dsb., serta berharap pemerintah dapat mendengarkan suara pekerja.
==Cheng Shun-dian // Pekerja==
Simpanan untuk (asuransi pensiun) ASN telah naik hingga 9,75%
Mengapa pekerja masih di angka 6%
Dan 6% ini sudah lama tidak dinaikkan
Gong Dou membantu menyuarakan petugas damkar tidak boleh berserikat
Selain membantu memperjuangkan hak-hak pekerja, berhubung saat ini tidak ada kebebasan berserikat bagi petugas damkar, Gong Dou juga menyerukan agar pemerintah memerhatikan keselamatan petugas damkar demi mencegah semakin banyaknya petugas damkar meninggal saat bertugas.
==Qu Jia-yun // Perwakilan Organisasi Gong Dou Xing Jiao==
Petugas damkar tidak dapat membentuk serikat kerja
Dan hak-hak mereka
Sudah terlibat dalam hal bahaya jiwa
Hal ini sudah tidak bisa ditunda lagi
Harus melakukan upaya perlindungan
Anggota keluarga turut hadir, surat petisi diserahkan sebelum unjuk rasa
Setidaknya 3.000 orang hadir dalam aksi unjuk rasa pagi hari, dan banyak di antaranya membawa anggota keluarga menuju wilayah utara dengan agenda berjalan kaki selama 21 hari dari Kaohsiung ke Taipei. Sebelum berangkat, mereka menyerahkan surat petisi ke Pusat Layanan Yuan Eksekutif Cabang Selatan.
Serikat buruh: perhatikan hak-hak pekerja, tidak butuh janji manis
Menjawab seruan serikat pekerja, Yuan Eksekutif akan melakukan diskusi dengan Kementerian Ketenagakerjaan. Menjelang masa pemilu, serikat buruh juga meminta para calon presiden untuk memerhatikan hak-hak pekerja dan tidak membutuhkan janji-janji manis yang mengundang sentimen pemilu.
