Kebun teh musim semi di Taitung hadapi kendala kekurangan pekerja
發布時間:
更新時間:
Kekurangan air di wilayah barat sangat parah. Namun kondisi di wilayah timur mereda, mendorong pertumbuhan teh musim semi. Sebanyak 10 pekerja terlihat terampil dan cekatan dalam memetik daun teh di tempat penghasil teh “Oolong merah” di distrik Gaotai, desa Luye, kabupaten Taitung. Disampaikan oleh kepala tim, setiap pekerja telah memiliki 20-30 tahun pengalaman, namun usia rata-ratanya mencapai 65 tahun. Dengan bertambahnya usia dan keengganan kaum muda untuk terjun, mereka saat ini menghadapi kendala kekurangan pekerja.
TRES: Tarik minat kaum muda kembali ke kampung halaman
Luas kebun teh kawasan Luye mencapai 120 hektar lebih. Saat ini jumlah pemetik teh hanya sisa 200-an orang. 3-4 tahun lalu masih ada 500-an orang. Para petani menyampaikan, industri teh merupakan sektor pertanian yang sangat sempurna, mulai dari pengelolaan penanaman hingga proses pemanggangan pada seksi akhir. Banyak prosedur yang membutuhkan pekerja, namun kini usia mereka telah tua, kondisi kekurangan pekerja kian parah. Disampaikan oleh Stasiun Pengembangan dan Penelitian Teh (TRES) cabang Taitung, pemerintah telah memerhatikan masalah ini dan berharap dapat menarik minat kaum muda kembali ke kampung halaman, serta menggunakan mesin untuk menggantikan tenaga manusia agar dapat menanggulangi masalah kekurangan tenaga kerja pada industri manufaktur teh.

