Lee berperan penting dalam liberalisasi, demokratisasi Taiwan
發布時間:
更新時間:

Berbagai kalangan berduka atas wafatnya mantan Presiden Lee Teng-hui. Lee yang awalnya mempelajari ekonomi pertanian masuk dalam arena politik di bawah kepercayaan mendiang Presiden Chiang Ching-kuo. Beliau sempat menjabat sebagai Walikota Taipei, Gubernur Provinsi Taiwan, Wakil Presiden dan Presiden Taiwan pertama yang dipilih langsung oleh rakyat.
Ketua Academia Historica // Chen Yi-shen menjelaskan, “saat masa jabatannya, tanpa melewati pertumpahan darah dan kemelut, Beliau berhasil mendorong partai otoriter yang berkuasa selama beberapa dekade di Taiwan ke arah demokratisasi.”
“Revolusi Tenang” membuat Lee dijuluki “Bapak Demokrasi”
Selama 12 tahun masa jabatannya, lewat keterampilan politik, strategi dan tekad kuat, Lee mendorong amandemen konstitusi sebanyak enam kali untuk menyelesaikan “Revolusi Tenang,” termasuk penghapusan ketentuan sementara masa mobilisasi darurat, pembentukan pemilu langsung untuk presiden dan mengakhiri masa kepemimpinan Asembli Nasional dan memimpin Taiwan baralih dari era otoriter ke negara demokratis, sehingga Beliau mendapat julukan “Bapak Demokrasi” oleh media asing.
Profesor Institut Sejarah Taiwan National Chengchi University // Xue Hua-yuan menyampaikan, “dalam proses liberalisasi dan demokratisasi (Taiwan), peranannya sangat penting. Dapat dikatakan, masa “Terorisme Putih” Taiwan berakhir pada era kepemimpinan mantan Presiden Lee.”
Lee lakukan kunjungan diplomatik ke Indonesia, Thailand, Filipina
Setelah hubungan diplomatik Taiwan-Amerika Serikat putus, Lee bukan hanya menjadi Presiden R.O.C. pertama yang mengunjungi Amerika untuk menyampaikan pidato terbuka, namun juga menggunakan metode “Diplomasi Rekreasi” untuk mengunjungi Filipina, Indonesia dan Thailand, dan bertemu dengan Presiden Fidel Ramos, Presiden Soeharto dan Raja Bhumibol Adulyadej.
Mike Pompeo memuji Lee atas keberhasilan kepemimpinannya
Berita wafatnya Lee Teng-hui juga diliput oleh media internasional. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan ucapan bela sungkawa atas nama Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan memuji upaya revolusi Lee selama 12 tahun masa jabatannya, yang menjadikan Taiwan sebagai negara demokratis saat ini.
Lee berikan definisi baru untuk hubungan antar selat
Wall Street Journal menyebutkan Lee sebagai sosok yang memberikan definisi baru untuk hubungan antar selat. Kantor berita Reuters Inggris menjuluki Lee sebagai “Bapak Demokrasi” yang menggulingkan masa kepemimpinan otoriter dan mendukung diversifikasi kebebasan dan melawan ancaman invasi Tiongkok.
Media Tiongkok umumkan berita wafatnya Lee lewat pesan singkat
Dibandingkan dengan media internasional lainnya, kantor berita Xinhua Tiongkok hanya mengumumkan berita ini lewat pesan singkat. Sedangkan Global Times dalam artikelnya menyebut Lee sebagai kriminal bangsa Tionghoa.
Editor: Jonathan
