6.944 orang Taiwan keracunan makanan pada tahun lalu
發布時間:
更新時間:

Cuaca panas membuat makanan cepat rusak dan meningkatkan bahaya keracunan makanan. Statistik terbaru dari Badan Makanan dan Obat-obatan ‘FDA’ menunjukkan, jumlah kasus keracunan makanan tahun lalu mencapai 503 kasus dengan 6.944 orang keracunan, bertambah 50% dari tahun lalu yang 398 kasus 4.616 orang, mencapai rekor tertinggi dalam 23 tahun, tertinggi kedua dalam sejarah.
Dua kematian karena makan kodok dan jamur vomiter hijau
FDA menjelaskan, dari 6.944 orang yang keracunan, 4 ribu keracunan terjadi di sekolah yang disebabkan kesalahan perusahaan katering. Perlu diketahui bahwa sejak tahun 2011, tidak ada kasus kematian akibat keracunan makanan di Taiwan. Tetapi ada dua orang yang meninggal pada tahun lalu, salah satunya karena menangkap dan memakan sup kodok yang kemudian diketahui mengandung racun kodok formosa. Yang satunya lagi meninggal karena mengkonsumsi jamur vomiter hijau yang beracun.
Direktur Departemen Toksikologi Klinis Rumah Sakit Veteran Taipei, Yang Zhen-chang menjelaskan, “Racun utama kodok terletak pada kelenjar subauricular,
dan kulitnya juga mengeluarkan racun. Racunnya terutama menyerang jantung, sehingga menimbulkan keadaan serius. Jantung mengalami aritmia dan mati spontan. Tentu saja dia juga menyebabkan gejala lain, tetapi lebih mengarah ke racun jantung. Sedangkan jamur vomiter hijau akan mengakibatkan mual, muntah dan gangguan pencernaan. Kami pernah bertemu orang yang koma pada keadaan serius.”
Jika tidak sengaja tertelan, simpan contoh untuk pengobatan
Dokter menyarankan selama musim panas, makanan yang dibeli harus dihabiskan dalam dua jam. Jika tidak habis atau belum mau makan, masukkan ke kulkas sesegera mungkin. Jika terjadi keracunan makanan, simpan contoh makanan dan segera cari perawatan medis.
Editor: Shantina
