Gempa M 7,1 guncang Kumamoto Jepang, sedikitnya 13 orang tewas
Gempa timbulkan ledakan di Aeon Mall Jepang, seluruh lantai dua mal runtuh
Gempa bumi bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada tanggal 28 pukul 16.30 waktu setempat, dengan intensitas maksimum mencapai level 7. Pasca gempa, ledakan terjadi di Aeon Mall yang terletak di Kota Kashima, menyebabkan setidaknya tiga orang tewas dan belasan orang lainnya hilang. Lantai dua mal tersebut runtuh parah, dan kebocoran gas memicu ledakan susulan. Saat gempa terjadi, banyak pengunjung sedang berbelanja. Untungnya, usai gempa mereka segera dievakuasi, sehingga ledakan tidak menimbulkan korban jiwa dan cedera lebih lanjut.
Telah terjadi 100-an gempa susulan, gempa kuat susulan masih berpotensi terjadi
Pusat gempa dahsyat di kedalaman 10 km ini terletak di sekitar 4,3 kilometer barat laut Kota Uki, Prefektur Kumamoto. Peringatan tsunami telah dicabut pada pukul 18:00 di hari yang sama. Hingga tanggal 29 pagi, tercatat lebih dari 160 gempa susulan dengan intensitas maksimum mencapai level 5 lemah. Gempa kuat lainnya masih berpotensi terjadi dalam satu minggu mendatang.
==Sanae Takaichi//Perdana Menteri Jepang==
Dalam kurun waktu sekitar satu minggu ke depan
Harap tetap waspada dan bersiap-siap terhadap kemungkinan terjadinya
Gempa susulan dengan intensitas maksimum mencapai level 7
Bandara ditutup, Shinkansen dihentikan, PLTN dilaporkan aman saat ini
Gempa ini juga menyebabkan sebuah rumah warga di Kota Yatsushiro roboh. Seorang wanita berusia 84 tahun meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit, menjadi korban jiwa pertama yang dilaporkan pasca gempa. Dinding batu landmark terkenal Kastil Kumamoto mengalami kerusakan parah, dan Jembatan Ueyanagi di Kota Yatsushiro tergeser parah hingga sebagian jalan ambruk ke dalam sungai. Saat ini Bandara Kumamoto ditutup, sementara layanan Kyushu Shinkansen dan Nishi Kyushu Shinkansen dihentikan sepenuhnya. Adapun dua pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Prefektur Kagoshima dan Saga, sejauh ini tidak mengalami anomali. Pemerintah Jepang telah mengerahkan 3.600 personel Pasukan Bela Diri ke area bencana guna membantu misi pencarian, penyelamatan dan penyaluran pasokan.
