Rubio: Meski ada penolakan Tiongkok, kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah
Pemirsa apa kabar, kini Anda tengah menyimak Warta Berita PTS tanggal 4 Juni. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengatakan bahwa penjualan senjata senilai US$14 miliar ke Taiwan, yang masih menunggu persetujuan, merupakan alat tawar-menawar yang bagus. Atas hal ini, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan, meskipun ada penolakan keras dari Beijing, kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah. Rubio juga menekankan bahwa AS tidak akan berkonsultasi dengan Tiongkok mengenai penjualan senjata ke Taiwan; juga menegaskan, penjualan senjata tidak akan dihentikan dan masih dalam tahap peninjauan.
Rubio: Penjualan senjata senilai US$14 miliar pada Taiwan masih dalam peninjauan
Arah kebijakan AS terhadap Taiwan menarik banyak perhatian pasca pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengemukakan pada sidang Kongres tanggal 2 bahwa penjualan senjata senilai US$14 miliar yang menunggu persetujuan masih dalam peninjauan di Gedung Putih. Ia juga menegaskan, kendati Tiongkok terus "mengungkit" isu penjualan senjata AS ke Taiwan, hal itu tidak akan menunda pengambilan keputusan Gedung Putih.
==Marco Rubio//Menteri Luar Negeri AS==
Tidak ada perubahan apapun dalam kebijakan AS terhadap Taiwan
Menurutku, tampak jelas bahwa
Tiongkok ingin melihat perubahan dalam penggunaan kata-kata (kita)
Tapi tidak ada perubahan yang dilakukan dalam hal ini
NSB: PKT berusaha memanipulasi "teori mencurigai AS" pasca pertemuan Trump-Xi
Menghadapi perubahan situasi antara AS, Tiongkok, dan Taiwan pasca pertemuan Trump dan Xi, Biro Keamanan Nasional (NSB) Taiwan memperingatkan bahwa Partai Komunis Tiongkok (PKT) berusaha memanipulasi "teori mencurigai AS" dengan harapan melemahkan dasar kerja sama antara Taiwan dan AS melalui masalah penjualan senjata.
Pensiunan AL AS: Taiwan, AS harus bangun komunikasi dan latihan bersama
Di lain pihak, menurut seorang pensiunan laksamana muda Angkatan Laut AS, fokus yang terlalu besar diletakkan pada penjualan senjata dalam isu keamanan Taiwan, sementara kurangnya kemampuan tempur kolaboratif antara Taiwan dan AS selalu diabaikan. Prioritas utama saat ini adalah kedua pihak harus membangun komunikasi bersama, komando dan kendali yang dapat dioperasikan, pelatihan bersama dan mekanisme lainnya.
Taiwan mengadakan latihan penembakan, Tiongkok tingkatkan pengusikan
Latihan penembakan rudal Sky Horse dan Thunderbolt oleh Tentara Nasional Taiwan pekan ini telah menarik perhatian Tiongkok. Tentara Pembebasan Rakyat (TPR) tidak hanya mengerahkan drone deteksi, juga meningkatkan frekuensi pengusikan dengan mengirimkan total 15 kapal dan 32 pesawat, 25 di antaranya melintasi garis tengah Selat Taiwan dan memasuki wilayah udara utara, tengah, barat daya dan timur Taiwan. Tentara Nasional merespons dengan cermat.
