Selang 9 tahun, Trump dijadwalkan kunjungi Tiongkok dan tiba di Beijing malam ini
Selang 9 tahun, Presiden Donald Trump dijadwalkan tiba di Beijing malam ini untuk bertemu dengan Presiden Xi Jinping. Apakah forum ini akan menjadi terobosan baru terhadap konflik di Timur Tengah dan Selat Taiwan, atau hanya menjadi pertunjukan politik di mana masing-masing pihak mendapatkan keuntungannya sendiri. Sementara itu, reaksi warga Tiongkok terhadap kunjungan Trump terbagi menjadi dua kubu.
Pertemuan pertama Trump-Xi dalam 9 tahun, respons warga Tiongkok terpolarisasi
Situasi di luar Kota Terlarang tampak tenang, para turis berkerumun seperti biasanya. Namun, bagi warga Beijing, bahkan seluruh Tiongkok, KTT Trump-Xi yang akan segera berlangsung selang sembilan tahun ini ditanggapi secara antisipatif dan emosional.
==Chen Wu-hui // Wisatawan Guangdong di Beijing==
Trump merupakan sosok yang sangat oportunistis
Ia bisa berubah dalam sekejap
==Bapak Han // Wisatawan Shandong di Beijing==
Menurat saya pribadi, ia merupakan sosok yang sangat tulus
Trump dan delegasi perdagangan AS dijadwalkan tiba di Beijing malam ini
Trump berangkat ke Beijing dengan pesawat Air Force One tanggal 12 sore (Waktu AS Bagian Timur). KTT Trump dan Xi diperkirakan akan membahas sejumlah topik. Delegasi perdagangan yang mengunjungi Tiongkok bersama Trump juga memicu berbagai spekulasi dalam pasar finansial. Namun, analis terkemuka dari Hong Kong memandang hal ini dengan skeptis dan menilai bahwa kunjungan Trump ke Tiongkok kali ini tidak memiliki makna substansial, maka jangan berharap pasar Asia menanggapi secara antusias.
==Francis Lun // Analis terkemuka dari Hong Kong==
Sebenarnya, saya rasa ia (Trump) seharusnya membatalkan kunjungan ke Tiongkok
Karena bagi dia, kunjungan ini hanyalah sekadar ajang unjuk gigi
Trump berpotensi picu konflik? Deplu AS: Tetap menjunjung protokol Enam Jaminan
KTT Trump-Xi kali ini juga akan menyoroti isu Taiwan. Sebelum berangkat, Trump mengumumkan akan membahas isu "penjualan senjata ke Taiwan" dengan Xi. Namun, berdasarkan protokol "Enam Jaminan" yang dirancang pemerintahan Ronald Reagan pada 1982, AS tidak akan meminta saran Tiongkok terkait isu penjualan senjata ke Taiwan. Maka, apakah tindakan Trump telah melanggar prinsip ini? Departemen Luar Negeri AS segera menanggapi bahwa mereka masih berpegang teguh pada protokol “Enam Jaminan”.
