Kunjungan kilat Presiden Lai ke Eswatini, bertemu Raja Mswati III
Presiden Lai Ching-te semula dijadwalkan mengunjungi Eswatini tanggal 22 April. Namun menjelang keberangkatan, izin terbangnya dicabut oleh negara yang mendapat tekanan dari Tiongkok. Kendati demikian, Presiden Lai Ching-te berhasil lolos dan mengunjungi Eswatini dua hari lalu untuk menghadiri pertemuan dengan pemimpin setempat dan menyaksikan penandatanganan "Perjanjian Tarif Resiprokal" antara kedua belah pihak.
Raja Eswatini beri hadiah diplomatik, Lai: Taiwan melangkah mantap menuju dunia
Raja Eswatini secara pribadi mengenakan kalung penghormatan kepada Presiden Lai Ching-te sebagai bentuk terima kasih atas kunjungan delegasinya. Presiden Lai juga menyerahkan hadiah berupa lima ekor sapi yang dalam budaya Eswatini melambangkan kekayaan serta miniatur perahu Tatala dari suku Tao di Orchid Island. Ia menegaskan bahwa meski jadwal sempat tertunda, hal tersebut tidak menggoyahkan tekad Taiwan untuk terus melangkah ke kancah internasional.
==Lai Ching-te // Presiden==
Taiwan R.O.C. adalah negara berdaulat
Taiwan adalah milik dunia
Dua puluh tiga juta rakyat Taiwan berhak untuk melangkah ke dunia
==Mswati III // Raja Eswatini==
Kerajaan Eswatini akan terus mendukung Taiwan dengan teguh
Dalam mencapai semua tujuannya
Termasuk partisipasi internasional Taiwan
Proyek kerjasama terbesar Taiwan-Eswatini, Presiden Lai kunjungi taman teknologi
Hubungan diplomatik bilateral memasuki usia ke-58 tahun. Presiden Lai juga mengunjungi Taman Teknologi Kerajaan Eswatini untuk mendengarkan laporan mengenai kawasan inovasi industri Taiwan dan proyek tangki cadangan minyak strategis. Ini merupakan proyek kerjasama teknik terbesar sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik, yang menjadi krusial di tengah fluktuasi harga minyak internasional saat ini.
==Lai Ching-te // Presiden==
Tangki cadangan minyak strategis ini merepresentasikan
Keamanan dalam menghadapi risiko dan krisis energi
Serta ketangguhan nasional
Tiongkok layangkan protes, MAC: Presiden tak perlu izin Tiongkok untuk bepergian
Kunjungan Presiden Lai ke Eswatini kembali memicu reaksi keras dari Tiongkok yang menegaskan “Kebijakan Satu Tiongkok”. Menanggapi hal tersebut, Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) menegaskan, presiden Taiwan tidak memerlukan persetujuan Tiongkok untuk bepergian ke mana pun.
Lai diduga naik pesawat dinas Eswatini untuk melakukan kunjungan mendadak
Meski Kantor Kepresidenan tidak menjelaskan rute perjalanan, foto resmi menunjukkan keberadaan dua pilot berkewarganegaraan asing. Hal ini memicu spekulasi bahwa Presiden lai menumpangi pesawat khusus Wakil Perdana Menteri Eswatini, Thulisile Motsa Dladla, yang terbang dari Bandara Taoyuan tanggal 2 Mei dini hari. Kini perhatian publik tertuju pada cara Presiden Lai kembali ke Taiwan. Kantor Kepresidenan menyatakan detail perjalanan akan diumumkan setelah kunjungan berakhir.
