Insiden maut antara 2 kereta yang saling tabrak tewaskan 7 orang, lukai 81 korban
Insiden tabrakan kereta api serius terjadi di pinggiran Jakarta, Indonesia, tadi malam. Dua kereta api dilaporkan bertabrakan dengan penyebab yang masih belum diketahui. Benturan keras menyebabkan sejumlah gerbong ringsek. Tim penyelamat bekerja semalaman mengevakuasi penumpang yang terjebak. Hingga saat ini, tercatat setidaknya 7 orang tewas dan 81 lainnya luka-luka.
Benturan sebabkan gerbong kereta penyok, penumpang terjebak dan tak berdaya
Petugas penyelamat menggunakan peralatan pembongkaran untuk memotong gerbong penyok, sambil berpacu melawan waktu demi menyelamatkan penumpang yang terjebak. Korban diangkut dengan tandu dan segera dilarikan ke rumah sakit, namun masih ada sejumlah korban yang terperangkap dalam gerbong sambil menunggu bantuan. Seorang penumpang menyampaikan, ia sedang berbicara dengan suaminya lewat ponsel saat kecelakaan fatal terjadi.
Kereta komuter KRL dan KA Argo Bromo Anggrek saling menabrak hingga penyok
Kecelakaan ini terjadi di Stasiun Bekasi Timur dekat Jakarta. Sebuah kereta komuter KRL dan KA Argo Bromo Anggrek saling menabrak tanpa alasan jelas, mengakibatkan kerangka kereta penyok akibat benturan keras. Anggota keluarga korban yang dicemaskan oleh peristiwa maut ini membanjiri peron. Ada yang mondar-mandir, sementara yang lain tak kuasa menahan air mata.
Sistem perkeretaapian dihantui masalah penuaan fasilitas, korban tewas 7 orang
Sarana dan fasilitas yang menua menghantui sistem perkeretaapian Indonesia dalam jangka panjang, sehingga mulai menimbulkan kendala seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan transportasi. Kecelakaan serupa pernah terjadi sebelumnya. Juru bicara PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengonfirmasi, kecelakaan ini telah menelan total 7 korban jiwa dan melukai 81 orang, semuanya telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Namun, angka ini berpotensi mengalami peningkatan dalam beberapa waktu mendatang.
