Kapal induk "Liaoning" Tiongkok lintasi Selat Taiwan, MND pantau ketat
Selamat Hari Kartini. Pemirsa, mari kita ikuti Warta Berita PTS tanggal 21 April. Kapal perusak Jepang JS Ikazuchi, baru saja melintasi Selat Taiwan untuk bergabung dalam latihan “Balikatan” Amerika Serikat dan Filipina. Langkah ini memicu ketegangan setelah kapal induk Tiongkok, Liaoning, membalas dengan melakukan manuver besar melintasi selat yang sama. Militer Taiwan terus bersiaga penuh dan memantau ketat pergerakan kapal induk Tiongkok.
Situasi di Selat Taiwan menegang. Kapal induk Tiongkok, Liaoning melintasi Selat Taiwan tanpa peringatan tanggal 20. Tentara Tiongkok juga terus meningkatkan frekuensi pengusikan terhadap Taiwan. Selain melakukan pemantauan ketat yang dirilis lewat foto udara, Kementerian Pertahanan Nasional (MND) mencatat 11 di antara 24 jet Tiongkok menerobos zona udara di sekitar Taiwan. Selain itu, tujuh kapal perang dan satu kapal dinas Tiongkok berlayar di Selat Taiwan. Hal ini ditafsirkan sebagai aksi pembalasan terhadap kapal Jepang "JS Ikazuchi" yang melintasi Selat Taiwan untuk menuju lokasi latihan militer gabungan “Balikatan” AS-Filipina di Laut Tiongkok Selatan.
Pamer kekuatan militer, Tiongkok terus mengintimidasi kawasan Indo-Pasifik
MND akan terus memantau pergerakan kapal Liaoning. Pakar mengamati bahwa Tiongkok berupaya menonjolkan kekuatan militernya untuk mengintimidasi negara-negara tetangga di kawasan Indo-Pasifik, dan juga mengirim sinyal politik bahwa latihan Balikatan memiliki saingan sepadan.
==Shu Hsiao-huang // Wakil peneliti Institut Penelitian Keamanan dan Pertahanan Nasional==
Mereka (Tiongkok) memamerkan beberapa kapal induk
Bagi saya sedikit banyak akan menimbulkan kesan intimidatif
Anggaran militer dinaikkan, MND serukan dukungan dari partai berkuasa dan oposisi
Anggaran pertahanan Taiwan memiliki pangsa di atas 3% dari PDB tahun ini, dengan target 5% dari pangsa PDB tahun 2030. Namun, proposal anggaran pertahanan nasional saat ini masih tertahan di Yuan Legislatif. MND menegaskan kembali, berhubung proposal ini mencakup pembelian altileri militer, kontrak manufaktur, dan pembelian komersial, pihaknya menyerukan dukungan dari partai yang berkuasa maupun oposisi.
