Pusat Layanan WNA dekat TMS hadirkan layanan satu atap bagi WNA di Taiwan
Ada banyak rumah tua yang menunggu direnovasi atau dibangun kembali dalam proyek pembaruan kota di gang "Jalan Indonesia" sekitar Stasiun Taipei TMS. Pemerintah Kota Taipei menugaskan Global Workers’ Organization (GWO) untuk mentransformasi salah satu bangunan ini menjadi pusat layanan satu atap untuk warga asing. Pusat ini resmi dibuka kemarin. Di awal berita hari ini, kami membawa Anda ke sana.
Peresmian basis layanan bagi WNA, karya ilustrasi PMA perkaya unsur estetika
Karya ilustrasi PMA terpajang di dinding, interior ruangan menyisakan nuansa semula di dalam rumah tua ini. Sedangkan deretan jendela dipasang di lantai dua untuk memaksimalkan cahaya alami. Bangunan tua ini disulap menjadi "Pusat Layanan Warga Asing", bukan cuma terbuka bagi WNA untuk berburu informasi atau mengadakan acara, namun berhubung lokasinya yang berdekatan dengan “Jalan Indonesia”, juga diharapkan dapat menjadi basis "layanan satu atap" bagi PMA dan menjadi rumah kedua mereka di Taiwan.
==Karen Hsu // Ketua Global Workers’ Organization==
Dapat menyediakan layanan satu atap
Bagi teman-teman pekerja migran
Selain itu, di Stasiun Taipei ini
Kami juga berharap dapat dirancang
Menjadi sebuah tempat kursus dan pembelajaran
Yang santai bagi para PMA
==Luz Tsai // Imigran baru asal Filipina==
Pusat layanan ini dapat menjadi
Sebuah basis pelayanan yang terbaik bagi seluruh warga asing
Persis di dekat "Jalan Indonesia" TMS, pusat layanan berada di titik nongkrong PMA
Basis yang berada di sebelah Pintu Timur 3 Stasiun Taipei (TMS) ini bukan cuma mudah dijangkau, namun juga merupakan tempat nongkrong populer bagi PMA pada akhir pekan dengan sejumlah toko dan restoran Asia Tenggara di sekitarnya.
Sambut hangat, pelaku usaha berharap pusat layanan bawa angin segar
GWO berharap menarik lebih banyak turis asing ke Taipei lewat program kursus dan aktivitas, serta dapat menggalang PMA untuk menciptakan tranformasi lingkungan di sekitar kawasan tersebut. Pelaku usaha menyambut hangat dan berharap hal ini dapat mendongrak peluang usaha dan menampilkan nuansa baru terhadap citra "Jalan Indonesia".
