Selisih 111 hari, catat rekor penundaan kelahiran bayi kembar terpanjang
Hamil bayi kembar termasuk dalam kelompok berisiko tinggi mengalami kelahiran prematur. Menurut literatur medis, jika kelahiran ditunda atau jarak kelahiran lebih dari satu hari, peluang hidup kandungan menjadi kurang dari sepersepuluh ribu. Sebuah rumah sakit di Taiwan berhasil menyelamatkan salah satu dari bayi kembar berusia 20 minggu dengan memperpanjang waktu kehamilan hingga 111 hari.
Bayi laki-laki berbobot 5 kg dengan pakaian peri natal ini telah berusia lebih dari dua bulan. Wanita berusia 40 tahun yang awalnya mengandung bayi kembar, tiba-tiba air ketubannya pecah di usia kehamilan 19 minggu dan mengalami keguguran salah satu bayinya. Dalam upaya mempertahankan bayi kedua, tim medis melakukan pengikatan leher rahim dan ibu hamil tersebut berbaring selama tiga minggu di rumah sakit untuk menjaga kandungannya. Selanjutnya, ibu tersebut melakukan perawatan sesuai jadwal dan berhasil melahirkan bayi yang sehat saat usia kehamilan mendekati 36 minggu, mencatat rekor baru dalam sejarah penundaan terpanjang pada persalinan bayi kembar di Taiwan.
