Badai tropis "Trami" menyapu Pulau Luzon, korban meninggal 29 orang
Kemarin malam, badai tropis kuat "Trami" mendarat di bagian timur laut Pulau Luzon, Filipina. Angin kencang berlevel 10 membawa hujan lebat, menyebabkan kerusakan parah di beberapa provinsi-di pesisir Luzon yang berbatasan dengan Samudera Pasifik. Hingga saat ini, setidaknya 26 orang meninggal, dan lebih dari 160 ribu orang yang harus mengungsi.
Badai tropis "Trami" yang bertiup kencang membawa bencana
Hujan deras mengguyur jalanan, angin kencang yang bertiup, turut menumbangkan pepohonan di jalanan. Badai tropis parah "Trami" melanda seluruh Pulau Luzon pada tanggal 24 malam. Ada beberapa daerah yang terendam air hingga setinggi satu lantai, penduduk pun terpaksa mengungsi. Bencana paling parah terjadi di bagian tenggara Luzon, yang menewaskan sedikitnya 14 orang. Selain hujan deras, “Trami” juga membawa angin kencang berlevel 10, dengan tiupan angin maksimum mencapai level 13.
"Trami" bergerak ke barat menuju Laut Tiongkok Selatan
Setelah Trami melewati Pulau Luzon, ia bergerak ke barat memasuki Laut Tiongkok Selatan, dan menuju ke Vietnam. Namun, beberapa pakar meteorologi menganalisis, sebelum Trami mencapai Vietnam, ia akan berinteraksi dengan taifun “Kongrey”, yang akan menciptakan efek Fujiwara, dimana arus dapat berputar balik dan mendekati Taiwan.
