MOL berencana merekrut PMA dengan sistem G to G
Taiwan telah meneken nota kesepahaman dengan India terkait perekrutan pekerja migran India. Kementerian Ketenagakerjaan berencana mengadakan pertemuan konsultasi untuk membahas isu-isu terkait seperti jenis, kuota dan cara perekrutan, sementara Menteri Ketenagakerjaan Hsu Ming-chun pagi tadi menuju Yuan Legislatif, kembali menegaskan pendirian MOL untuk melakukan perekrutan PMA langsung antar pemerintah.
MOL akan mengadakan rapat konsultasi bahas perekrutan PMA India
Isu perekrutan PMA India untuk bekerja ke Taiwan masih menjadi topik pembahasan hangat. Saat ini nota kesepahaman yang telah ditandatangani dengan India telah selesai ditinjau Yuan Eksekutif dan diteruskan untuk disahkan di Yuan Legislatif, namun Yuan Legislatif menggantinya menjadi status peninjauan. Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) berencana mengadakan pertemuan konsultasi. Berhubung rapat ini akan mempertemukan opini domestik dan membahas rapat perundingan tingkat kerja bilateral Taiwan-India, Menteri Ketenagakerjaan Hsu Ming-chun akan membahas kemajuan isu ini di Yuan Legislatif pada tanggal 25.
Cegah keuntungan terselubung agensi, legislator sarankan perekrutan G to G
Legislator berpendapat bahwa pemerintah telah mendirikan pusat Direct Hiring untuk mendorong perekrutan PMA secara langsung, namun kinerjanya malah kurang dari 10%. Perekrutan PMA India juga mungkin menyebabkan keuntungan terselubung pada agensi sehingga menyarankan pemerintah untuk melakukan perekrutan G to G.
==Chen Gau-Tzu // Legislator TPP==
Mengadopsi sistem perekrutan langsung antar dua negara (G to G)
Utamanya untuk melemahkan peran dari agensi swasta
Dan juga menghindari akal-akalan
Yang mengeksploitasi pekerja migran
Menurut statistik Kementerian Ketenagakerjaan, jumlah PMA yang kehilangan kontak hingga bulan Februari tahun ini telah mencapai lebih dari 85.000 orang. Kementerian Ketenagakerjaan berencana melakukan amandemen UU untuk memperberat sanksi bagi penggunaan jasa ilegal atau agen penyalur ilegal dengan menaikkan denda per kasus menjadi per orang, dengan denda maksimum sebesar NT$1,5 juta per orang.
Rapat konsultasi pekan depan bakal diundur hingga awal Mei
Pertemuan konsultasi yang semula dijadwalkan pada Senin tanggal 29 telah diundur hingga awal Mei. Setelah inaugurasi presiden baru pada 20 Mei, menteri MOL yang baru akan digantikan oleh Wakil Sekjen Yuan Eksekutif Ho Pei-shan. Setelah menjabat, Ho selain akan mengambil alih urusan perekrutan PMA India, juga harus menghadapi masalah kekurangan tenaga kerja dan reformasi asuransi tenaga kerja.
