Salah ambil jenazah, rumah duka Hsinchu hampir mengotopsi jenazah berbeda
Kemarin lusa terjadi insiden salah ambil jenazah di Rumah Duka Hsinchu. Ada dua jenazah yang akan diotopsi, salah satu jenazah PMA asal Vietnam akan diatopsi tanggal 18 sore, namun tak disangka, penjaga salah mencairkan dan mendorong jenazah PMA asal Indonesia ke meja atopsi. Untungnya pihak keluarga PMA Vietnam merasakan keanehan sehingga prosedur segera dihentikan.
Awalnya ingin bedah jenazah PMA Vietnam, tapi yang terbaring malah mayat PMI
Insiden salah terima jenazah terjadi di rumah duka Kota Hsinchu tanggal 18 September. Pakar forensik awalnya dijadwalkan melakukan otopsi terhadap jenazah pria Vietnam berusia 29 tahun bermarga Nguyen. Namun, pakar forensik dan anggota keluarga merasa jenazah di atas meja otopsi terlihat aneh. Setelah dicek ternyata salah orang dan prosedur segera dihentikan. Ternyata, akibat keliru nomor lemari pembeku, perusahaan outsourcing rumah duka salah mengambil dan mencairkan jenazah PMI berusia 39 tahun bernama “Aman”.
==Hong Shen-wu // Kepala Kantor Layanan Rumah Duka Kota Hsinchu==
Sebelum diotopsi, asisten pakar forensik memindahkan jenazah ke atas meja otopsi
Pakar forensik dan anggota keluarga merasa itu adalah jenazah yang salah
Maka segera menghentikan prosedur otopsi
Pesan yang dikirim keliru, perusahaan outsourcing salah ambil jenazah
Kantor Layanan Rumah Duka Kota Hsinchu menyatakan, di masa lalu, asisten pakar forensik memberitahu perusahaan outsourcing lemari pembeku untuk mencairkan dan mengambil jenazah. Namun, kali ini karena kesalahan pengiriman pesan, hanya menuliskan nama Mandarin PMA, nomor lemari pembeku juga terbalik, sehingga menyebabkan perusahaan outsourcing salah ambil.
Prosedur otopsi segera dihentikan, rumah duka minta maaf pada keluarga
Menanggapi kelalaian pihak outsourcing, pengelola rumah duka mengatakan akan memberikan sanksi sesuai kontrak dan akan mengawasi pelaku usaha untuk memberikan kompensasi dan permintaan maaf kepada keluarga atas kerugian yang ditimbulkan. Mereka juga menegaskan, prosedur otopsi tidak pernah diadakan karena segera dihentikan sesaat setelah pakar forensik menemukan ketidaksesuaian identitas jenazah.
