8 warga migran terima Penghargaan Sastra Migran TLAM di Museum Taiwan
Acara Penghargaan Sastra Migran diselenggarakan di Museum Nasional Taiwan kemarin. Tahun ini ada delapan pemenang dari Vietnam, Indonesia, Filipina dan Thailand. Karya mereka mengungkit isu seperti kehilangan arah hidup dan jati diri. Hadiah pertama diraih oleh Vo Thi Yim Thu dari Vietnam atas karyanya yang berjudul "Kenangan Mawar". Ini juga merupakan kedua kalinya ia memenangkan juara pertama.
Menceritakan dilema perawatan mertua, imigran baru Vietnam sabet juara pertama
Acara penghargaan sastra migran (TLAM) dibuka di bawah lantunan lagu Vietnam yang lembut. Pada penghargaan sastra dengan total hadiah sebesar NT$ 300.000 ini, Vo Thi Diem Thu, imigran baru asal Vietnam menyabet hadiah utama senilai NT$ 100.000 dengan hasil karyanya "Kenangan Mawar" yang berkisah tentang dilema merawat kedua mertuanya.
Menulis kesepian lansia Taiwan, PMI memenangkan Choice Award
Tema yang diangkat peserta lomba tahun ini sangat beragam, yang sebagian besar berkisah tentang keluarga, cinta, keresahan hidup dan identitas diri yang kompleks. Namun juga terdapat banyak hasil karya yang berkaitan dengan perawatan jangka panjang, seperti karya Ririn Arumsari, seorang PMI dengan hasil karya "Kisah Sepi" yang memenangkan Choice Award, yang berkisah tentang situasi manula yang mendambakan kunjungan dan kepedulian dari anak mereka sendiri dalam masyarakat Taiwan.
==Ririn Arumsari // Pemenang asal Indonesia==
Inspirasi saya adalah
Melihat kakek yang saya jaga, kelauarga yang saya jaga
...walaupun mereka orang kaya
Tapi menurut saya mereka itu seorang tua yang kesepian
Imigran baru Indonesia menangkan Jury Award dengan kisah kehidupan pernikahan
Chin Nyap-fong, imigran baru asal Indonesia berhasil membopong Jury Award melalui karyanya "Asah: Batu yang menjadi giok" yang berkisah tentang gejolak kehidupan pada saat pertama kali datang ke Taiwan.
==Chin Nyap-fong // Pemenang asal Indonesia==
Kesannya senang
Dari penghargaan ini saya lebih percaya diri lagi dalam menulis
Karena sudah lama tidak menulis
Setelah dapat penghargaan
Akan lebih rajin lagi menulis
Isu warga migran bakal diangkat ke layar lebar
Sejalan dengan diangkatnya isu migran ke film "And Miles to Go Before I Sleep" dan drama "Port of Lies", isu pekerja migran menjadi sorotan masyarakat Taiwan. Pihak penyelenggara berencana mengangkat kumpulan kisah ini untuk dibukukan dan divideokan, dengan harapan ajang penghargaan sastra migran juga bisa menjadi wadah bagi pekerja migran untuk bersuara.
