Majikan pakai truk penggali hantam mobil NIA saat razia PMA kaburan
Pelaku usaha pabrik daur ulang di Wugu mengamuk ketika satgas New Taipei melakukan penggerebekan PMA tak berdokumen. Tak tanggung-tanggung, pria bermarga Yeh tersebut menghantam mobil dinas dengan traktor. Upaya ini diduga untuk membantu pekerjanya melarikan diri. Ia bahkan menyerang petugas dengan pisau yang berakhir dengan dua orang terluka. Pria Yeh telah diamankan polisi untuk diminta pertanggung jawabannya.
Di bawah kamera dapat terlihat truk penggali tak ragu-ragu menghantam mobil Ditjen Imigrasi (NIA), membuat tim petugas tercengang. Sesaat setelah mobil dinas hancur, mereka segera memanggil bantuan rekan, namun truk penggali tak berniat berhenti dan malah menghantam semakin keras.
==Majikan vs. Satgas NIA Kota New Taipei==
(Pergi sana) Anda mau apa
Anda nanti bisa dijerat pidana pembunuhan, segera kendalikan diri
(Anda punya surat geledah, punya tidak)
Saya tidak perlu surat geledah, saya melakukan pemeriksaan sesuai peraturan
Lindungi PMA kaburan, majikan pakai truk penggali serang petugas NIA
Tim khusus Ditjen Imigrasi Kota New Taipei menuju Wugu tanggal 24 untuk menyelidiki PMA kaburan. Tak diduga, majikan bermarga Yeh kalap dan menggunakan truk penggali lainnya untuk melindungi PMA agar mereka bisa melarikan diri.
==(Sumber audio: Satgas NIA, Kota New Taipei)==
Ia kemudi langsung ke sini, apa yang sebenarnya ia mau
Adik kelas, hati-hati, segera ke mari
2 satgas cedera, majikan ditangkap sebagai oknum kriminal
Adegan mencekam terjadi saat majikan bermarga Yeh mencoba menyerang dengan pisau. Polisi bergegas ke tempat kejadian dan menangkapnya. Dua anggota satgas terluka dalam kejadian tersebut, untungnya tidak parah.
==Lee You-an // Wakil Kapten Tim Investigasi Kepolisian Cabang Distrik Luzhou==
Seluruh kasus ditangani berdasarkan
Pidana penghancuran, penghalangan tugas, pelanggaran kebebasan
Telah diserahkan pada Kantor Kejaksaan New Taipei untuk diproses
Tugas investigasi penuh risiko, NIA akan menggugat pihak majikan
Tugas investigasi penuh risiko. Misi kali ini bukan saja gagal menemukan PMA kaburan, namun juga mengalami ancaman jiwa. Selain menggugat majikan bermarga Yeh, NIA juga menekankan akan terus menegakkan hukum secara tegas.
