Malaysia dorong pelaku usaha untuk meluncurkan program “Menu Rahmah”
Untuk mengurangi beban warga, pemerintah Malaysia meluncurkan program “Menu Rahmah”, mendorong pelaku usaha menyediakan menu set dengan harga terjangkau sekitar NT$ 33. Program yang telah diluncurkan setengah tahun ini disambut dengan antusias oleh warga. Namun sayangnya, banyak toko yang mundur karena harga bahan baku yang terus meningkat.
15.000 restoran luncurkan menu amal sebagai respons program pemerintah
Soda, roti, dan ayam nugget, menu ini hanya seharga NT$ 33. Pemerintah Malaysia menggalang pelaku usaha untuk menyediakan makanan bagi warga miskin dengan harga terjangkau. Meski pemerintah tidak memberikan subsidi apa pun, warga menyambutnya dengan antusias. Pada puncak program, lebih dari 15.000 restoran berpartisipasi, termasuk banyak restoran cepat saji.
==Nona Attila // Warga==
Sangat meringankan beban
Walau harganya cuma 5 Ringgit (sekitar NT$ 33)
Namun sangat komplit
Ada roti, sayur, semuanya lengkap
IHK melonjak, harga produk makanan mengalami peningkatan drastis
Akibat dampak pandemi dan perang Rusia-Ukraina, Malaysia juga merasakan laju inflasi global yang kuat. Indeks Harga Konsumen (CPI) terus meningkat dan inflasi produk makanan berkisar antara 6,5%-7,3%, dan baru menunjukkan tanda-tanda stabilisasi dewasa ini.
==Nona Su // Pelaku usaha toko yang meluncurkan “Menu Rahmah”==
Selepas pengumuman dari pemerintah
Saya langsung berpartisipasi untuk membantu orang lain
Tapi akibat inflasi mendadak
Saya terpaksa berhenti
Bagaimana agar warga dapat makan secara bermartabat jadi tantangan besar
Walau menu “rahmah” mendapat respons baik dalam jangka pendek, banyak toko yang mundur akibat kenaikan harga bahan baku. Bagaimana caranya agar toko memperoleh laba sekaligus memungkinkan fakir miskin menikmatinya dengan bermartabat akan menjadi tantangan di masa depan.
