Boba kedaluwarsa seberat 27 ton dijual ke Jepang
Teh susu boba Taiwan terkenal di seluruh dunia. Nilai ekspor bahan utamanya yaitu boba atau biji tapioka ke Jepang melampaui US$ 14 juta pada tahun 2019. Namun belakangan dilaporkan ada pelaku usaha mengemas boba yang sudah kedaluwarsa dua tahun, mengganti tanggal produksinya, dan menjualnya ke Jepang. Menurut perkiraan awal, 27 ton telah dikirim, dan dikhawatirkan sudah dimakan konsumen.
Boba Taiwan terkenal di seluruh dunia lewat minuman teh susu boba
Tambahkan tepung tapioka dan gula merah hingga jadi adonan, kemudian diulen hingga mulus, lalu potong menjadi biji bulat. Inilah yang biasanya dinamakan boba, setelah dituang ke dalam minuman susu akan menjadi teh susu boba. Kedai minuman di Kaohsiung yang secara khsusus menjual produk boba dan mengklaim tidak menambahkan pengawet dan bahan aditif lainnya ini telah menjaring sejumlah pelanggan setia, bahkan turis Jepang pun sering datang untuk mencoba.
==Pelaku usaha toko biji tapioka==
Justru karena di sini ada banyak hotel
Jadi turis Jepang juga banyak
Boba kedaluwarsa dikirim ke perusahaan hilir, kemudian dijual ke Jepang
Teh susu boba Taiwan terkenal di seluruh dunia dan juga populer di Jepang. Pada tahun 2019 saja jumlah boba yang diekspor ke Jepang melebihi US$ 14 juta. Namun ada pelaku usaha nakal yang mengemas boba yang tak laku terjual dan sudah kedaluwarsa dua tahun dalam paket kecil dan mengganti tanggal produksinya. Kantor kejaksaan Kaohsiung menemukan sebuah perusahaan ekspor-impor makanan olahan di Pingtung yang mengirim boba kedaluwarsa ke perusahaan hilir dan kemudian menjualnya ke Jepang.
==Song Wen-hong // Kepala Kantor Kejaksaan Kota Kaohsiung==
Menyita lebih dari 36 ton bahan mentah atau makanan kedaluwarsa
Kasus ini diselesaikan lewat penyelidikan kantor kejaksaan
Menyatakan bahwa pria bermarga Lu (penanggung jawab) terlibat pelanggaran
Pidana pemalsuan dokumen untuk meraup keuntungan
Dan melanggar UU Manajemen Keselamatan dan Sanitasi Makanan
Dengan demikian, akan dituntut
Produk yang dikirim Mei-Nov 2022 capai 27 ton, raup keuntungan NT$ 3 juta
Hasil investigasi mengungkapkan bahwa pelaku usaha telah mengirim 27 ton produk boba ke Jepang dari Mei-November tahun lalu dan meraup keuntungan ilegal di atas NT$ 3 juta. Mereka melakukan penggeledahan di pabrik perusahaan dan menemukan bahan mentah dan makanan olahan kedaluwarsa sebanyak 36 ton.
Langgar UU Manajemen Keselamatan Makanan, pelaku usaha dituntut
Perusahaan tersebut membantah telah melakukan kejahatan dengan menekankan bahwa Jepang tidak memiliki peraturan terkait masa berlaku, cuma ada masa konsumsi. Namun pihak kejaksaan menilai, makanan kedaluwarsa berisiko bagi kesehatan manusia, dan Taiwan juga secara jelas menyatakan tidak dapat mengubah label masa berlaku produk makanan, maka akan menuntut penanggung jawab perusahaan.
