Kakak adik kembar mendirikan sekolah bagi anak berkeluarga tak mampu
Akbrab dipanggil Ibu Rossy dan Ibu Rian, saudara kembar ini mendirikan Sekolah Darurat Kartini di Indonesia 40 tahun lalu, memberikan pendidikan gratis bagi siswa dari keluarga berpenghasilan rendah, dan membuka banyak kelas khusus agar para siswa bisa memiliki keterampilan untuk mencari nafkah, kendati tidak dapat meneruskan sekolah setelah lulus. Seiring peringatan Hari Perempuan Internasional 8 Maret, mari kita sama-sama mengenal “Ibu Kembar” ini. (27”)
“Ibu Kembar” perjuangkan pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu
Mengenakan gaun merah muda, ibu guru kembar Sri Irianingsih dan Sri Rossyati sedang memberikan pelajaran kepada para siswa. Indonesia telah menghapus biaya sekolah dasar negeri pada 2008, tapi banyak anak dari keluarga berpenghasilan rendah tetap tidak mampu membeli seragam atau buku dan membayar biaya lain. Pasangan kakak adik kembar berusia 70-an tahun ini mendirikan Sekolah Darurat Kartini lebih dari 40 tahun lalu, merekrut guru sukarelawan untuk memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu berusia 6-17 tahun.
Pendiri Sekolah Darurat Kartini // Sri Rossyati
他們(家長們)只能在城市角落
河流旁 租簡陋木屋 繳交房租
那他們的孩子 如何上學呢
而這地區最便宜的學費
是500萬印尼盾(約1萬台幣)
這就是我們建造這所學校
並讓那些孩子在這裡入學的原因
Sekolah ajarkan keahlian agar siswa punya keterampilan mencari nafkah
Agar para siswa bisa memiliki keterampilan untuk mencari nafkah, sekolah mengajarkan berbagai keahlian mulai dari memasak hingga merangkai bunga, juga ada pelajaran di luar sekolah untuk memperluas wawasan siswa. Banyak dari siswa-siswa ini kemudian masuk universitas dan sekolah pascasarjana, dan mendapatkan pekerjaan bagus setelah lulus. Saudara kembar ini pun sangat dihormati siswa dan dijuluki “Ibu Kembar”.
