Krisis obat meluas, mencakup obat penyakit kronis dengan resep berturut
Kondisi krisis obat di Taiwan meluas, bahkan mencakup obat penyakit kronis dengan resep dokter berturutan. Belakangan ini kerap menemukan kelangkaan obat, meskipun telah mendatangi beberapa apotek. Sekalipun apoteker menyarankan dapat menggantinya dengan obat lain yang berkhasiat serupa, namun banyak warga yang menolak menggantinya, sehingga memilih ke rumah sakit untuk mengambil obat.
Obat antibiotik, pelunak feses dan obat tekanan darah juga langka
Apoteker di lapangan menjelaskan, selain obat tekanan darah yang langka, untuk antibiotik jenis Amoxicillin, obat pelunak feses Magnesium Oxide, obat lambung Takepron, semuanya langka. Karena modal produk obat alami peningkatan, ditambah pihak instansi askes memotong dana obat, kalangan apoteker khawatir akan berdampak kepada pencabutan farmasi skala besar dari pasar askes di Taiwan.
Antisipasi kelangkaan obat, MOHW luncurkan program pendek dan panjang
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menjelaskan karena dipengaruhi oleh perang Rusia Ukraina, kekurangan SDM terkait dan sebagainya, maka dunia menghadapi masalah kelangkaan obat. Guna menstabilkan pasokan obat di Taiwan, untuk program jangka pendek ditujukan kepada kebutuhan klinis yang lebih tinggi harganya, dengan meminta pengusaha terkait menambahkan pasokan. Untuk jangka menengah dan panjang akan meluncurkan program pengadaan nasional bersama.
88 jenis obat disebutkan langka dan tidak akan direvisi dalam regulasi askes
Untuk harga obat askes yang telah dua tahun tidak direvisi akan mengalami penurunan harga, diprediksi sebanyak 6 ribuan jenis obat yang turun harga, total mencatat NT$ 8,18 milyar. Badan Askes Nasional (NHI) menegaskan kali ini dilaporkan ada 88 jenis obat yang akan dipisahkan dari revisi harga, selain itu juga menambah sistem mekanisme perlindungan harga pokok, jika pelaku usaha menganggap penurunan harga tidak sesuai dengan harga modal, dapat diajukan dan didiskusikan dengan pihak NHI.
