PBB: Populasi dunia akan capai 80 miliar pada 15 November
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) baru saja merilis laporan “Prospek Populasi Dunia 2022”, memperkirakan populasi dunia akan mencapai 8 miliar jiwa pada 15 November, dan memprediksi paling cepat tahun depan India akan menggantikan Tiongkok sebagai negara dengan jumlah populasi tertinggi di dunia, seiring dengan terus menurunnya angka kelahiran di Tiongkok.
Pertumbuhan populasi dunia melambat menjadi kurang dari 1% pada 2020
Populasi dunia meningkat menjadi 7 miliar jiwa sejak berakhirnya Perang Dunia II lebih dari 70 tahun lalu, tapi mulai melambat akibat berkurangnya angka kelahiran dan turun menjadi kurang dari 1% pada 2020, terendah sejak 1950; sementara dalam 30 tahun mendatang, tingkat pertumbuhan populasi di 61 negara setidaknya akan lebih rendah 1%. Semua ini faktor yang menurunkan prakiraan pertumbuhan populasi dunia.
Laporan: Separuh proyeksi peningkatan populasi terkonsentrasi di 8 negara
Laporan juga menunjukkan, lebih dari separuh proyeksi peningkatan populasi hingga 2050 akan terkonsentrasi di delapan negara Afrika dan Asia, termasuk India, Pakistan, Etiopia dan Filipina. PBB mengingatkan, tidak seimbangnya pertumbuhan populasi dunia akan memperbesar kesenjangan antara kaya dan miskin, dan dengan serius mendampak alokasi sumber kehidupan rakyat, medis dan pendidikan.
COVID-19 mendampak pada rata-rata usia manusia menjadi 71 tahun
Pandemi COVID-19 juga mendampak pertumbuhan populasi dua tahun terakhir, di mana harapan hidup global diproyeksikan turun dari 72,9 tahun pada 2019 menjadi 71 tahun. Melambatnya pertumbuhan populasi juga menandakan populasi lansia manca negara akan menjadi lebih tinggi, menyoroti pentingnya kebijakan medis dan perawatan jangka panjang.
