Indeks CPI Februari Taiwan naik 2,36% berbanding tahun lalu
Merujuk data dari DGBAS, indeks harga konsumen (CPI) Februari meski hanya naik 0,01% dibandingkan bulan sebelumnya, namun jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu, CPI di Taiwan naik 2,36%. Produk konsumen utama yang menjadi perhatian warga, yang mengalami kenaikan harga tertinggi adalah telur, yakni 30%, sementara persentasi kenaikan untuk produk jenis minyak goreng, tepung dan daging babi juga cukup tinggi.
Wakil Kepala Dewan Pertanian Huang Chin-Cheng mengatakan, “Meskipun jumlah pasokan telur akan mencukupi secara bertahap, namun sulit untuk pertahankan harga yang ada. Kemudian berlanjut dengan kemelut perang Ukraina dan Rusia, jasa pengiriman kargo kapal laut naik 60%. Harga modal peternakan ayam juga naik lebih dari 60%, pakan ternak semuanya produk impor.”
Biaya “Makan di luar tahunan” naik 4,8%, tertinggi dalam 13 tahun
Untuk biaya makan di luar tahunan naik sebanyak 4,8%, mencatat angka tertinggi dalam 13 tahun terakhir, di antaranya sarapan ala Taiwan naik 9,25%, kemudian hot pot naik 6,43%, sarapan ala barat naik lebih dari 6%. Jika setiap keluarga menghabiskan dana belanja rata-rata NT$ 80 ribu per bulan, maka dikalkulasikan kebutuhan belanja akan naik lebih dari NT$ 2.000 setiap bulannya.
Harga ikan salmon dan ikan kod naik akibat perang di Ukraina
Karena perang berkecamuk antara Ukraina dan Rusia, maka produk perikanan juga akan alami krisis pasokan, setelah krisis ikan salmon, maka pasokan ikan kod kini juga hadapi ancaman krisis serta harga yang tidak stabil.
