24H直播

PMA menjadi korban alih daya pekerja gelap

發布時間: 更新時間:
Setelah tiba di Taiwan, PMA hendaklah memastikan apakah perusahaan yang ditempati sama dengan yang tertera dalam surat kontrak kerja. Belum lama ini, sebuah PT bidang logam di New Taipei, usai mendapatkan izin merekrut PMA, malah mengutus PMA nya bekerja di 3 perusahaan yang berbeda, sehingga menjadi korban pengutusan pekerja gelap. PT yang bersangkutan juga diganjar hukuman berat.
 
PT bidang logam disulap jadi pusat outsourcing ilegal
   Petugas menghitung setiap lembar kartu ARC, sementara PMA yang berada di samping masih tidak mengetahui jika dirinya telah melakukan pelanggaran. Departemen Ketenagakerjaan New Taipei belum lama ini menemukan sebuah PT manufaktur logam, setelah mendapatkan izin merekrut pekerja asing, mengutus 58 PMA nya untuk bekerja di luar kontrak, ada yang diutus ke pabrik mainan, percetakan dan elektronik, bagaikan sebuah perusahaan alih daya (outsourcing) untuk PMA. PT tersebut mengelak dengan alasan tengah berburu tugas, atau alasan reparasi lainnya. Namun usai diperiksa oleh Depnaker New Taipei, diketahui jika PMA setelah tiba di Taiwan baru diutus ke perusahaan lainnya. Ke-4 perusahaan tersebut diganjar sanksi denda sejumlah NT$ 2,91 juta.
 
1607051215k.jpg
 
PMA usai tiba di Taiwan dapat mencocokkan nama perusahaan
    Pihak Depnaker menyebutkan, ada sebagian majikan demi mengirit biaya SDM, juga mungkin merekrut PMA melalui jalur tidak resmi. Untuk itu, para PMA diingatkan setelah tiba di Taiwan, dapat mencocokkan nama perusahaan yang ada dengan yang tertera dalam surat kontrak kerja, agar tidak menjadi pekerja alih daya gelap, yang merugikan diri sendiri.
 
 
Editor: Tony Thamsir
 
您的參與,
讓公共服務更完整!
閱讀、按讚,就能客製您的專屬推薦新聞
本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。