24H直播

Taiwan tolak sistem “Biaya PMI ke LN” ditanggung majikan

發布時間: 更新時間:
NGO disabilitas protes biaya PMI ke LN dibebankan ke majikan
   Majikan, penyandang cacat berkumpul di depan kantor KDEI, dengan emosi tanpa ragu menolak pekerja migran Indonesia, meminta semua orang Indonesia ke luar dari Taiwan.
 
Majikan imbau pembukaan perekrutan perawat dari negara lain
  Sebelumnya pemerintah Indonesia mengumumkan per tahun depan, biaya menyangkut PMI ke luar negeri, seperti visa, tiket pp, biaya pelatihan dan biaya lainnya, sekitar NT$ 80-100 ribu akan dialihkan untuk dibebankan kepada majikan. Majikan meminta MOL mencari solusi dengan membuka pintu bagi perawat asal negara Asia Tenggara lainnya. MOL menjelaskan kini tengah melakukan negosiasi melalui jalur diplomasi, menyampaikan protes penolakan pihak majikan Taiwan.
 
1603422830n.jpg
 
Sebagian PMI mendukung usulan sistem baru
   PMA Asia Tenggara yang datang bekerja di Taiwan, rata-rata menanggung biaya agensi yang tinggi, biasanya akan meminjam uang di negaranya sendiri, setelah datang ke Taiwan, biaya pinjaman dicicil pelunasannya selama satu hingga dua tahun. Ormas TIWA menyebutkan tidak sedikit PMI yang merasa bersyukur dengan sistem baru dari pemerintah Indonesia, namun melihat aksi demo para majikan, juga membuat PMI sedih.
 
Serikat buruh imbau pemerintah buka sistem “Direct Hiring”
   Pihak TIWA menganggap pemerintah yang menyediakan dan menerima PMA, tidak semestinya saling menjatuhkan. Kedua pemerintah diimbau dapat membuka sistem “Direct Hiring”, dengan membuka jalur khusus yang bertanggung jawab memberikan pelayanan langsung, PMA barulah berpeluang terlepas dari eksploitasi agensi.
 
Editor: Tony Thamsir
 
您的參與,
讓公共服務更完整!
閱讀、按讚,就能客製您的專屬推薦新聞
本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。