Yuan Eksekutif lakukan revisi RUU Ketenagakerjaan manula
發布時間:
更新時間:

Yuan Eksekutif lakukan revisi RUU Ketenagakerjaan manula
Batasan usia pensiun tenaga kerja Taiwan adalah 65 tahun, namun usia pensiun pada kenyataannya adalah 61 tahun. Ditambah faktor keterbatasan jumlah anak dan perubahan struktur ketenagakerjaan, tingkat partisipasi tenaga kerja oleh kalangan usia menengah ke atas Taiwan lebih rendah dari Jepang dan Korea.
RUU larang majikan lakukan diskriminasi berdasarkan usia
Untuk mendorong kembalinya tenaga kerja kalangan usia menengah ke atas, Yuan Eksekutif meloloskan RUU "Peningkatan Ketenagakerjaan Usia Menengah ke Atas" yang melarang majikan untuk melakukan diskriminasi karyawan berdasarkan usia. Pelanggar akan didenda NT$ 300.000 - NT$ 1,5 juta. UU juga melonggarkan ketentuan penandatanganan kontrak antara majikan dan karyawan yang berusia 65 tahun ke atas, di mana kedua belah pihak dapat menentukan jumlah masa kerja karyawan secara fleksibel. Karyawan dapat mengajukan permohonan asuransi, namun jika telah pensiun, majikan hanya perlu menanggung asuransi keselamatan kerja. Namun para pakar khawatir, hal ini dapat berdampak terhadap jumlah tenaga kerja berusia muda.
Wakil Profesor Institut Pembangunan Universitas Nasional Taiwan // Xin Bing-long memaparkan, "banyak sektor industri jasa yang sebenarnya memerlukan tenaga kerja sementara. (Majikan) dapat berkata karena adanya hal ini, mereka dapat melakukan penandatanganan kontrak secara rutin. Oleh sebab itu, mereka hanya memerlukan tenaga kerja berusia lanjut sehingga kelompok tenaga kerja berusia lainnya akan mendapatkan perlakuan diskriminatif."
Karyawan berusia di atas 65 tahun berhak dapat kontrak rutin
Para pakar juga mengungkapkan, UU Ketenagakerjaan saat ini mengatur bahwa penandatangan kontrak rutin hanya boleh diberikan kepada pekerja sementara dan jangka waktu pendek. Namun seiring revisi batasan ketenagakerjaan berusia lanjut, pihak majikan justru memiliki alasan untuk menghemat biaya tenaga kerja. Kendala yang dihadapi oleh banyak karyawan yang masih belum mencapai usia pensiun adalah merawat orang tua mereka sehingga terpaksa pensiun awal. Kendala yang harus dihadapi oleh Taiwan dengan struktur masyarakat berusia lanjut saat ini adalah bagaimana caranya memberikan perlindungan terhadap kalangan tersebut.
Editor: Jonathan
