Mayat penyu hijau ditemukan di pantai utara
發布時間:
更新時間:
Mayat penyu hijau ditemukan di pantai utara
Patroli pantai membuka jaring untuk menarik mayat penyu hijau yang mengambang di antara bebatuan penahan ombak ke darat. Tanggal 21 ditemukan mayat margasatwa kelas satu, penyu hijau di perairan dekat Universitas Kelautan Nasional Taiwan (NTOU) dengan luka di kepala. Petugas patroli pantai membawa penyu ke darat dengan sekoci dan menghubungi peneliti NTOU untuk datang menangani.
Kapten Lembaga Inspeksi Keamanan Bisha CGA, Lu De-wei mengatakan bahwa penyu betina dengan panjang sekitar 91 cm yang ditemukan merupakan margasatwa tingkat pertama
Kematian penyu hijau meningkat pesat tahun ini
Ketika melakukan bedah mayat, peneliti hanya menemukan makanan dan tidak ada sampah manusia di dalam lambung, maka sampah bukan penyebab kematiannya. Menurut statistik, hanya terdapat 15 kasus kematian penyu pada tahun lalu, tetapi sejak Januari tahun ini, telah terdapat 23 kasus kematian dengan peningkatan yang tinggi. Ahli yang telah lama mempelajari ekologi penyu menjelaskan, perubahan iklim setiap Januari hingga Maret sangat besar. Penyu hijau yang tidak mudah beradaptasi menjadi rawan dengan kematian dalam jumlah besar.
Profesor Universitas Kelautan Nasional Taiwan (NTOU), Cheng I-jiunn menjelaskan penyu tidak bisa menyelam ke laut yang lebih dalam dalam keadaan ombak yang sekarang. Penyu mudah terpengaruh oleh perubahan suhu dan ombak yang besar sehingga membuatnya tidak mampu menghindari maut ini.

Perubahan iklim laut membuat penyu tak bisa menyelam
Profesor Cheng menjelaskan, penyu besar dengan paru-paru besar bisa menghirup banyak udara dan istirahat di laut yang tenang dan dalam, tetapi penyu kecil dan menengah tidak bisa menyelam ke laut yang dalam dan terpengaruh oleh iklim laut yang mungkin berakhir dengan kematian. Personil patroli laut yang selalu menarik mayat penyu menyerukan masyarakat untuk memperhatikan kelestarian laut, jangan membuang sampah ke laut supaya tidak dimakan hewan laut yang akan mengakibatkan kematian.
Editor: Shantina
