東林寺
宜蘭東林寺住持涉侵占捐款 禪房地下挖出逾10箱黃金白銀
閱讀更多文章
永豐銀行
永豐銀行
逾400客戶存款遭盜轉 永豐銀董座致歉認遭駭
閱讀更多文章
李四川
李四川
新北選戰聚焦年齡議題 李四川籲回歸政見
閱讀更多文章
永豐銀行盜轉
永豐銀行盜轉
大批帳戶遭集體盜轉逾4千萬元 金管會證實永豐銀已返款給客戶
閱讀更多文章
美國期中選舉開票
美國期中選舉開票
《紐時》專訪談期中選舉失利 川普:因為我沒有參選
閱讀更多文章
JET

Komitmen reduksi karbon tak tercapai, program pensiun PLTU batu bara melenceng

Pemerintah Indonesia awalnya berencana memensiunkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batu Bara Cirebon-1 di Jawa Barat pada tahun 2035 melalui bantuan pendanaan internasional yang menunjukan komitmen Indonesia terhadap transisi energi. Namun, kebijakan berubah drastis pada tahun 2025, dan rencana penutupan tertunda. Hal ini berujung pada masalah pencemaran lingkungan yang serius dan memicu ketidakpuasan warga setempat.Produksi kerang hijau di Cirebon merosot akibat dampak polusi PLTU batu baraIbu-ibu di kawasan penghasil kerang hijau dekat Pelabuhan Cirebon mengupas cangkang kerang dengan cekatan. Namun, produksi kerang hijau akhir-akhir ini menurun akibat emisi limbah dan air hangat yang dibuang dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara Cirebon-1 (Cirebon Power). Hal ini juga menyebabkan kawanan ikan menjauh dari pantai, yang akhirnya berimbas pada mata pencaharian warga setempat.Program JETP US$20 miliar tercapai, PLTU batu bara rencananya pensiun 2035Jadwal pensiun PLTU batu bara Cirebon-1 yang mulai beroperasi secara komersial pada 2012 semula dimajukan ke tahun 2035. Namun, transisi kebijakan tahun lalu telah menghambat program pensiun sarana pembangkit listrik terkait. Warga mengeluh, pencemaran lingkungan setempat berisiko membahayakan kesehatan. Parahnya lagi, pengoperasian Cirebon-2 pada  2023 semakin memperburuk kondisi pencemaran di kawasan setempat.Berkedok JETP, pemerintah korbankan warga demi mendapat suntikan dana asingWarga dan kelompok pencinta lingkungan di Cirebon menuduh pemerintah memanfaatkan fitur JETP (Just Energy Transition Partnership / Kemitraan Transisi Energi yang Adil) untuk mengamankan pendanaan internasional sambil tetap mempertahankan proyek pembangunan infrastruktur PLTU batu bara yang tak memerlukan modal tinggi, menyebabkan program transisi energi menemui jalan buntu, terakhir yang dikorbankan tak lain dan tak bukan adalah kesejahteraan warga lokal.