Negosiasi perdamaian AS-Iran disambut hangat, harga minyak turun, inflasi mereda
Iran, Oman berencana kenakan biaya melintas pada kapal, hasilnya dibagi rata
Saat lonceng di Bursa Efek New York berbunyi tanggal 4 waktu Amerika Bagian Timur, saham AS mencatat lonjakan tajam. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik lebih dari 900 poin dan mencetak rekor penutupan tertinggi baru bersama dengan Indeks S&P 500. Optimisme pasar terkait kemajuan menuju perdamaian di Timur Tengah mendorong penurunan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Setiap negara menyerukan dibukanya kembali Selat Hormuz. AS telah mengonfirmasi partisipasinya dalam negosiasi isu keamanan maritim, sementara Qatar bertindak sebagai mediator dengan harapan dapat membawa kembali AS dan Iran ke meja perundingan. Laporan menyebutkan bahwa Iran dan Oman berencana mengenakan biaya layanan terhadap kapal yang melintas dan membagi pendapatannya secara merata, masing-masing 50%. Namun, perbedaan pendapat masih ada di Iran mengenai negosiasi perdamaian ini. Mengingat konflik berkepanjangan antara AS dan Iran, tampaknya semua pihak yang terlibat masih butuh waktu panjang untuk menciptakan perdamaian sejati.
