Pakai kacamata cerdas dalam ujian perguruan tinggi, kualifikasi peserta dicabut
Hadapi ujian dengan bantuan kacamata cerdas, siasat peserta terbongkar
Lewat bantuan kacamata cerdas yang dilengkapi fitur aktivasi suara, pengguna dapat meminta identifikasi dokumen yang ia lihat. Tahun ini, untuk pertama kalinya ada peserta ujian perguruan tinggi yang mengenakan kacamata cerdas. Setelah diperiksa, bingkai kacamata tersebut dilengkapi tombol daya dan fungsi.
==Zhang Li-an // Editor utama situs SOGI==
Melakukan kecurangan juga bukan hal yang mustahil
Tak peduli apakah dilakukan lewat metode audio
Atau lewat penekanan tombol secara fisik
Untuk mengendalikan operasi, sehingga saat digunakan
Hal ini mudah menarik perhatian
Kacamata cerdas dilengkapi fitur akses informasi+penerjemahan secara langsung
Pakar menyampaikan, kacamata cerdas yang beredar di pasaran saat ini tidak berbeda jauh dengan kacamata bingkai plastik pada umumnya, namun memiliki fitur akses informasi melalui perintah suara atau gestur, pengambilan dan berbagi gambar, serta penerjemahan secara langsung. Tombol fungsi dan tombol daya dapat terlihat jika diamati dari dekat, dan lampu indikator akan menyala saat perangkat merekam atau mengambil foto, sehingga mudah tertangkap basah saat digunakan dalam ujian.
CEEC batalkan kualifikasi peserta ujian yang bawa kacamata cerdas
Tahun ini, ujian masuk perguruan tinggi untuk pertama kalinya dilengkapi peralatan deteksi logam atau elektronik. Kacamata cerdas siswa tersebut terdeteksi saat melewatinya. Dalam rapat tanggal 27, Pusat Ujian Masuk Perguruan Tinggi (CEEC) memutuskan untuk membatalkan kualifikasi peserta ujian tersebut.
Pakai atau bawa kacamata cerdas dianggap sebagai kecurangan, nilai ujian hangus
CEEC menunjukkan bahwa kacamata cerdas memiliki fungsi yang sangat beragam di masa mendatang, sehingga menegaskan bahwa kacamata pintar akan secara khusus dimasukkan ke dalam daftar pelanggaran berat. Peserta yang menggenakan atau membawanya, terlepas dari apakah alat tersebut digunakan atau tidak, akan dianggap sebagai tindakan kecurangan dan nilainya pada sesi tersebut akan dibatalkan. Peserta yang menolak untuk diperiksa akan langsung didiskualifikasi dari ujian.
