Gempa di Pegunungan Andes, Peru, sedikitnya 6 orang meninggal dunia
Serangkaian gempa dangkal bermagnitudo 5,1 dan 3,7 SR mengguncang wilayah sentral Pegunungan Andes di Peru kemarin, menyebabkan puluhan rumah tradisional setempat runtuh. Setidaknya enam orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya kehilangan tempat tinggal.
Dua gempa dangkal di tengah malam, puluhan rumah tradisional roboh
Petugas penyelamat terus memanggil nama-nama warga yang hilang. Pada tanggal 18 malam, sekitar pukul 21:30 waktu setempat, Peru diguncang dua gempa beruntun bermagnitudo 5,1 dan 3,7 SR. Gempa dangkal sedalam 10 kilometer ini berpusat di dekat Kota Chupaca, kawasan tengah Pegunungan Andes. Wilayah pertanian di Region Junin menjadi daerah yang paling parah terdampak. Puluhan rumah tua dari bata lumpur dan jerami roboh, sementara sebuah biara yang dibangun pada abad ke-16 juga mengalami kerusakan struktur yang sangat parah.
== Adelina Espinoza // Warga Peru==
Saya bersama anak-anak dan suamiku
Kami semua berhasil melarikan diri
Lalu saya pergi ke rumah ibu saya
Rumahnya sudah hancur total
Kami semua berhasil melarikan diri
Banyak korban tewas dan luka di lokasi bencana, warga hilang diduga tertimbun
Pasca gempa utama, sedikitnya tercatat 12 gempa susulan, terbesar bermagnitudo 3,7 dan 3,4 SR. Kondisi ini membuat sekitar 300 warga memilih bermalam di stadion karena takut kembali ke rumah. Gempa terjadi pada tengah malam saat warga tertidur, dikhawatirkan masih ada korban hilang yang tertimbun reruntuhan. Peru sendiri berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan rata-rata 400 hingga 900 gempa saban tahunnya. Tahun ini sudah tercatat 450 gempa, yang artinya masih dalam batas normal. Meski begitu, gempa kali ini merupakan bencana paling parah yang menerjang wilayah tengah Pegunungan Andes sejak tahun 1969.
