Hujan deras berkala berhari-hari, picu bencana di wilayah utara+sentral+selatan
Hujan deras yang berselang-seling selama beberapa hari terakhir memicu bencana di berbagai wilayah Taiwan. Kemarin malam, tanah longsor menghantam Arena Boling Yuanshan di Shilin, Taipei, hingga menimbun sejumlah lintasan. Saat ini, petugas masih mengebut perbaikan darurat di lokasi.
Hujan deras berhari-hari picu bencana, longsor hantam Arena Boling Yuanshan
Sejumlah besar tanah dan batuan longsor, beserta pohon yang ikut roboh, menghantam dan menembus atap bangunan. Akibatnya sebagian besar plafon rusak parah, rangka baja terlihat menggantung keluar. Juga ada sejumlah batu raksasa yang menutupi jalur arena boling.
==Bapak Chen//Manajer Arena Boling Yuanshan==
Selama 60 tahun (beroperasi), belum pernah terjadi bencana separah ini
Jadi ini adalah kejadian yang paling parah
Untungnya, arena sedang tutup
Jika terjadi pada hari Minggu saat penuh pengunjung
Dampaknya bisa jauh lebih parah
Baru saja berhenti operasi, Arena Boling Yuanshan ambruk pada hari Minggu
Kejadian mengerikan terjadi di Arena Boling Yuanshan, Kota Taipei, yang telah beroperasi selama lebih dari 60 tahun dan baru saja mengumumkan penutupannya. Lereng bukit di belakang arena boling tiba-tiba longsor pada hari Minggu tanggal 28,yang tidak hanya menggerus fondasi jalan setapak yang tidak tercatat secara resmi, dan arena boling juga ikut terimbas.
Toko terdampak banjir di Tainan obral barang terendam air guna tekan kerugian
Tainan juga dilanda banjir akibat hujan lebat yang turun berhari-hari, sehingga banyak barang dagangan toko yang terendam air. Relawan pun membantu membersihkan area pabrik dan lingkungan sekitar. Guna menekan kerugian, toko perlengkapan kemah terpaksa menjual barang yang sempat terendam air dengan harga diskon.
==Pemilik toko perlengkapan kemah==
Banyak barang, terutama yang berada di lantai satu
Pakaian, ransel, sepatu dan berbagai perlengkapan mendaki
Peralatan yang ditempatkan di area yang lebih rendah semuanya terendam air
Pameran Seni Kuda Nil di Museum Chimei terdorong masuk ke dalam air
Selain itu, karya seni kuda nil di Museum Chimei, Tainan, yang awalnya dipajang di area rumput, turut terdorong ke dalam air akibat banjir. Instalasi kuda nil ini dipamerkan di area dermaga observasi dan permukaan Danau Muse pada tahun 2016, sebelum akhirnya dipindahkan ke area rumput. Tak disangka, genangan banjir yang parah menggeser karya seni ini sejauh 40 meter.
