24H直播

Lembaga bea cukai cegat paket Tailan, amfetamin disembunyikan dalam salep obat

發布時間: 更新時間:

Belakangan ini, kasus mengemudi dalam pengaruh narkoba semakin marak di Taiwan. Kementerian Transportasi dan Komunikasi akan merevisi undang-undang untuk memperberat sanksi. Sementara itu, lembaga bea cukai berhasil menggagalkan penyeludupan amfetamin di dalam paket salep asal Tailan, dan menangkap seorang pekerja migran asal Tailan penerima paket.

Amfetamin dimasukkan dalam salep pereda nyeri, paket nyaris diambil PMA Tailan

Satgas menangkap seorang PMA Tailan, ia diduga membantu sindikat pengedar narkoba untuk mengambil paket berisi narkoba dari Tailan. Sebelumnya pada saat memeriksa paket internasional, Korps Polisi Khusus Ke-3 dan Bea Cukai mendapati kejanggalan pada paket yang dikirim dari Tailan ini. Sindikat narkoba mengemas ulang dan menyembunyikan narkoba golongan 2 jenis amfetamin ke dalam lima kemasan salep pereda nyeri Tailan.

==Wu Yu-sheng//Wakil Kapten Divisi Investigasi Taichung, Korps Polisi Khusus Ke-3==
Sindikat pengedar narkoba sengaja memilih salep pereda nyeri Tailan yang terkenal
Sebagai alat penyamaran
(Mereka) memanfaatkan bau pedas yang kuat dari salep tersebut
Mengganggu penciuman anjing pelacak, menghindari pemeriksaan sinar-X bea cukai

Mengemudi di bawah efek narkoba di Chiayi+Miaoli, pengemudi dijerat hukum

Sementara itu, kasus mengemudi di bawah efek narkoba di berbagai daerah terus terjadi dan sulit diberantas. Pada tanggal 28 larut malam, polisi Miaoli mencegat seorang pengendara wanita yang melaju kencang tanpa menyalakan lampu sein, dan mendapatinya mengemudi di bawah pengaruh narkoba. Sementara itu, sebuah mobil sedan melaju oleng dan menolak pemeriksaan di Kota Chiayi pada tanggal 29 dini hari. Pengemudi nekat tancap gas hingga menabrak tiga kendaraan di pinggir jalan, lalu meninggalkan mobilnya dan mencoba melarikan diri. Polisi berhasil membekuknya dan menemukan bahwa ia juga mengemudi di bawah pengaruh narkoba.

Hingga April, 9 orang tewas akibat narkoba saat berkendara, sanksi akan diperberat

Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) mencatat bahwa selama periode Januari hingga April tahun ini, terdapat sembilan orang tewas akibat kasus mengemudi di bawah pengaruh narkoba, serta menyatakan akan merevisi UU guna memperberat sanksi. Ke depannya, asalkan mengemudi di bawah efek narkoba yang menyebabkan cedera berat atau kematian akan disanksi "larangan seumur hidup mengikuti ujian Surat Izin Mengemudi (SIM)". Sementara itu, mengemudi di bawah efek narkoba akan dilarang mengikuti ujian SIM selama tiga tahun, dan pengawasan akan diperketat guna menekan dampak bahaya narkoba.
 

您的參與,
讓公共服務更完整!
閱讀、按讚,就能客製您的專屬推薦新聞
本網站使用 Cookie 技術提升體驗,詳見服務條款。繼續瀏覽即代表同意上述規範。