Kesal dengar suara bongkar barang, warga bacok sopir kantor pos hingga tewas
Insiden mematikan terjadi di Kantor Pos Kecamatan Zhunan di Kabupaten Miaoli kemarin sore. Pelaku mengejar dan menyerang sopir truk kantor pos dengan pisau karena kesal dengan kebisingan yang ditimbulkan selama proses bongkar muat. Oknum juga pernah mengancam petugas kantor pos dengan pisau dua tahun lalu karena alasan yang sama.
Pelaku bawa pisau dapur dan kejar sopir kantor pos, korban tewas dibacok 10 kali
Kamera pengawas merekam seorang pria berbaju hitam mengejar dan menyerang pria berbaju merah dengan pisau. Pelaku berlari sambil mengayunkan pisau sebanyak 10 kali.
Perselisihan akibat suara bongkar muat barang, sopir kantor pos tewas dibacok
Korban adalah sopir berusia 60-an tahun yang dikontrak Kantor Pos Zhunan, Kabupaten Miaoli. Pelaku mengejar sejauh 20 meter dan membacok korban sebanyak 10 kali hingga tewas. Pemicu aksi pembunuhan ini diduga berawal dari sengketa kebisingan yang sudah berlangsung lama.
==Ayah tersangka==
Setiap pk. 03:00 dini hari selalu muncul kebisingan
Bunyinya menggelegar seperti gempa bumi
Emosi pelaku di ambang kolaps, tersangka ditahan usai beraksi
Pelaku pria bermarga Liu tinggal di toko kacamata, tepat di seberang lokasi. Dua tahun lalu, ia juga pernah didenda NT$10.000 karena menggunakan pisau untuk mengancam pegawai kantor pos dengan alasan yang sama. Pihak kantor pos telah melakukan berbagai langkah perbaikan sejak menerima keluhan sekitar lima hingga enam tahun lalu. Namun, ayah tersangka mengatakan dengan sedih bahwa putranya sudah lama menderita akibat kebisingan bongkar muat barang setiap subuh. Semua upaya mencari bantuan menemui jalan buntu, hingga kondisi emosionalnya kolaps dan berujung pada tragedi fatal ini.
==Ayah tersangka==
Anak saya sempat menghubungi Dinas Perlindungan Lingkungan dan melapor polisi
Namun tidak ada yang bisa membantunya
Anak saya benar-benar sudah tidak tahan lagi
Bupati Miaoli sampaikan keprihatinan dan upayakan pemberian santunan maksimal
Kantor pos menerima kabar terkait tersangka mengancam sambil mengacungkan pisau pada tanggal 4 dan segera melaporkannya ke kantor pusat dan mengajukan tuntutan hukum. Namun tak disangka, tragedi tetap terjadi sore harinya. Bupati Miaoli juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam dan menegaskan bahwa gangguan mental telah menjadi isu keamanan nasional. Pihaknya akan berupaya sekuat tenaga untuk memperjuangkan santunan maksimal bagi sopir yang menjadi korban.
