Polisi diduga sekongkol gelapkan bonus penindakan PMA, kasus terkuak
Seorang petugas polisi dari Biro Kepolisian Kabupaten Miaoli diduga bersekongkol dengan empat petugas lainnya saat menjabat sebagai kepala cabang kantor polisi tahun lalu. Mereka menipu PMA kaburan untuk menyerahkan diri secara sukarela, tapi kemudian melaporkannya sebagai hasil penangkapan agar bisa mengklaim bonus. Kasus ini baru terungkap setelah seorang PMA mengajukan pengaduan karena menolak membayar denda penuh.
Diduga gelapkan bonus penertiban PMA, 5 polisi diinterogasi kejaksaan
Mantan kepala cabang kantor polisi di Miaoli bermarga Chen yang dikenal sangat disiplin saat bertugas, diduga memimpin rekan-rekannya untuk menggelapkan bonus penindakan PMA kaburan. Kejaksaan Miaoli menerima laporan bahwa Chen bersama empat polisi lainnya memalsukan kasus PMA hilang kontak yang menyerahkan diri secara sukarela menjadi hasil penangkapan, guna mencairkan bonus NT$2.000 per kasus.
==Liu Wei-cheng // Kepala Kejaksaan Distrik Miaoli==
Polisi bermarga Chen dan empat petugas lainnya
Diduga terlibat tindak pidana penyalahgunaan jabatan pegawai negeri
Demi keuntungan pribadi serta pemalsuan dokumen resmi
Kejaksaan geledah 20 terdakwa+saksi, 5 polisi dibebaskan dengan jaminan
Pada tanggal 26 pihak kejaksaan menggeledah serta memanggil 20 terdakwa dan saksi terkait untuk diinterogasi. Usai pemeriksaan, tiga polisi masing-masing dibebaskan dengan jaminan antara NT$60.000 hingga NT$100.000, sementara dua lainnya diajukan ke pengadilan untuk penahanan. Pengadilan Distrik Miaoli memutuskan keduanya dibebaskan dengan jaminan masing-masing NT$200.000 dan NT$100.000 pada tanggal 27.
==Lin Ming-po // Kepala Inspektur Biro Kepolisian Kabupaten Miaoli==
Semua personel yang terlibat akan dihukum berat tanpa pengecualian
Dimutasi ke wilayah tugas baru dan dimasukkan ke daftar pembinaan serta evaluasi
Juga mengusut dan menuntut tanggung jawab atasan terkait atas kelalaian pengawasan
Demi klaim bonus, PMA yang menyerahkan diri ditindak sebagai hasil penangkapan
Tim penyelidik menyatakan bahwa polisi bermarga Chen diduga mengatur melalui penerjemah agar PMA Tailan yang hilang kontak menyerahkan diri, namun kemudian mengubahnya menjadi hasil penangkapan untuk mengklaim bonus. Kasus ini terungkap setelah seorang PMA mengadu karena dijatuhi sanksi denda penuh. Hasil penyelidikan awal menunjukkan lebih dari 10 PMA kaburan asal Tailan telah menjadi korban.
