Google luncurkan produk kacamata cerdas yang ditunjang fungsi asisten AI
Google meluncurkan sejumlah produk baru tanggal 19, yang paling menarik perhatian adalah produk kacamata cerdas hasil kolaborasi dengan Samsung, yang dapat mengatur kehidupan sehari-hari lewat fungsi asisten AI. Sebenarnya, Google sempat meluncurkan produk serupa pada tahun 2013, namun dihentikan setelah dua tahun karena melanggar privasi data pengguna. Kini, program pelatihan data pribadi berpotensi memicu kembali skandal serupa.
== Manajer Pemasaran Produk Google vs. Kacamata cerdas==
Hai, bisakah kamu membawaku ke tempat
Di mana aku bertemu temanku Gianna minggu lalu?
Tentu, saya akan mengarahkan navigasi menuju
Cagar alam Redwood
Tempat Anda mendaki bersama teman minggu lalu
Sentuh bingkai dan berikan perintah, asisten AI siap melayani berbagai kebutuhan
Cukup sentuh bingkai kacamata dan berikan perintah suara, berbagai urusan harian pun selesai. Dalam konferensi pengembang tanggal 19 lalu, Google merilis sejumlah produk terbaru. Salah satunya adalah kacamata pintar, hasil kolaborasi dengan Samsung yang mencuri perhatian. Kacamata ini dilengkapi kamera, speaker, dan mikrofon, pengguna kini bisa berinteraksi dengan asisten AI sambil tetap bebas beraktivitas. Selain navigasi dan penerjemah instan, perangkat canggih ini juga mampu mencari informasi terkait lingkungan sekitar secara langsung.
Pelatihan AI picu kekhawatiran, kontroversi privasi terancam muncul kembali
Google pernah meluncurkan Google Glass pada 2013, tetapi gagal akibat isu privasi dan daya tahan baterai. Kini, di tengah tren AI dan persaingan ketat dari Meta, Google memutus untuk meluncurkan kembali proyek kacamata cerdas. Namun kantor berita AFP memperingatkan bahwa teknologi AI modern membutuhkan lebih banyak data pribadi untuk melatih modelnya, sehingga skandal isu keamanan privasi data pengguna di masa lalu dikhawatirkan akan kembali mencuat.
Pengguna global Gemini capai 900 juta, jumlah pengguna terus bertambah
Selain perangkat keras, Google juga memperkenalkan Gemini Spark yang terintegrasi langsung dalam aplikasi Gemini. Fitur ini menghubungkan ekosistem Google seperti mesin pencari, peta hingga cloud drive, untuk membantu pengguna merencanakan aktivitas harian, hingga mengelola dokumen pekerjaan. Saat ini, pengguna Gemini di seluruh dunia telah mencapai 900 juta, dan penambahan fitur baru diperkirakan akan mempercepat laju pertumbuhan produk.
