Ditekan Tiongkok, 3 negara cabut izin terbang, agenda kunjungan Lai dibatalkan
Presiden Lai Ching-te semula dijadwalkan mengunjungi Eswatini hari ini. Namun, malam sebelum keberangkatan, tiga negara Afrika mencabut izin terbangnya tanpa peringatan, menyebabkan agenda perjalanan dibatalkan. Kemarin, Kantor Kepresidenan mengadakan jumpa pers untuk mengecam Tiongkok. Beberapa negara juga memberikan dukungan mereka kepada Taiwan.
==Joseph Wu // Sekjen Dewan Keamanan Nasional (NSC)==
Berdasarkan pemahaman kami
(Hal ini) mendapat tekanan secara nyata dari pemerintah Beijing
Menghadapi situasi baru ini, tim NSC
Telah melakukan evaluasi dan perencanaan ulang secara cermat
Namun, atas pertimbangan faktor keselamatan kepala negara
Atau pun keselamatan penerbangan
Maka kami memutuskan untuk menunda operasi ini untuk sementara waktu
3 negara cabut izin terbang, agenda kunjungan Lai ke Eswatini dibatalkan
Semalam menjelang keberangkatan, pesawat kepresidenan R.O.C. dilanda blokade diplomatik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tiga negara Afrika, mencakup Sesil, Mauritius dan Madagaskar mencabut izin terbang tanpa peringatan awal, jadwal kunjungan Presiden Lai Ching-te untuk merayakan penobatan dan ulang tahun Raja Eswatini terpaksa dibatalkan.
==Pan Meng-an // Sekjen Kantor Kepresidenan==
Beijing memberikan kesan bagi pihak luar bahwa mereka berniat baik pada Taiwan
Situasi antar selat harus terjalin secara damai, namun di sisi lain
Mereka terus memberikan berbagai macam tekanan dan ancaman terhadap Taiwan
Serta berkali-kali melukai perasaan warga Taiwan
Hal ini justru membuktikan bahwa
Niat baik Tiongkok semuanya palsu, yang ada malah ancaman
Terima dukungan internasional, Kantor Kepresidenan kecam aksi brutal Tiongkok
Kalangan internasional juga menyuarakan opininya. Menanggapi kebijakan Tiongkok, Aliansi Antar-Parlemen tentang Tiongkok (IPAC) segera mengeluarkan pernyataan bahwa setiap negara memiliki hak untuk menentukan kebijakan luar negerinya secara independen dan Beijing tidak berhak untuk ikut campur.
Kunjungan Lai ditunda sementara, DPR AS dukung dan posting artikel Lai
Lewat artikel yang diunggah di Facebook, Presiden Lai Ching-te menyatakan, tidak ada ancaman atau penindasan yang dapat mengubah tekad Taiwan untuk berperan serta di kancah dunia. Komite Urusan Luar Negeri DPR AS segera memposting artikel Presiden Lai dan menyatakan dukungannya kepada Taiwan dalam menghadapi ancaman secara terang-terangan ini.
