PMA India tiba paling cepat pada akhir tahun, 40.000 orang teken petisi penolakan
Gelombang pertama 1.000 PMA India diperkirakan tiba di Taiwan akhir tahun ini. Namun, sekitar 40.000 warga telah menandatangani sebuah petisi yang menuntut ditangguhkannya program perekrutan tersebut. Dalam forum Yuan Legislatif Jumat lalu, Partai KMT menentang pemerintah mendatangkan PMA India sebelum semua sistem dan kebijakan dibenahi.
Partai KMT serukan penolakan PMA India sebelum sistem diperbaiki
Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) beberapa waktu lalu mengatakan bahwa berdasarkan nota kesepahaman antara Taiwan dan India, gelombang pertama sebanyak seribu pekerja migran India paling cepat akan tiba pada akhir tahun ini. Hal ini memicu kekhawatiran publik. Sebuah petisi yang menuntut penghentian rencana tersebut telah didukung lebih dari 40.000 orang. Meskipun pemerintah menyatakan akan melakukan evaluasi dan pengawasan ketat, fraksi Partai Kuomintang (KMT) di Yuan Legislatif tetap mengajukan usulan yang meminta Perdana Menteri beserta kementerian terkait untuk memberikan laporan kepada parlemen mengenai dampak dan langkah mitigasinya. Usulan ini diloloskan ke pembacaan kedua dan dilanjutkan ke tahap negosisasi.
==Fu Kun-chi // Ketua Fraksi KMT di Yuan Legislatif==
Jumlah pekerja migran kaburan saat ini hampir mencapai 100.000 orang
Tentang cara pengelolaannya, sampai sekarang pemerintah kita
Kebijakan pemerintah
Masih simpang siur
Ajukan tiga poin, kubu biru minta Perdana Menteri berikan laporan khusus
Fraksi KMT menegaskan tiga tuntutan utama, yaitu menolak masuknya pekerja India sebelum sistem diperbaiki, menuntut Yuan Eksekutif segera menjelaskan secara lengkap alasan kebijakan dan kebutuhan industri serta melarang perluasan negara sumber pekerja migran sebelum masalah 93.000 PMA ilegal ditangani secara tuntas.
CNFI: Perusahaan butuh SDM guna meningkatkan daya saing industri
Dari sisi industri, Ketua Federasi Industri Nasional (CNFI), Pan Chun-jung menilai kebutuhan terhadap tenaga kerja sangat mendesak, jika tidak, daya saing dan kinerja perusahaan bisa terdampak. Bahkan bisa muncul situasi di mana ada pekerjaan tetapi tidak ada orang yang mengerjakannya.
==Pan Chun-jung // Ketua Federasi Industri Nasional (CNFI)==
(Kami) berharap (program ini) dibuka
Untuk memenuhi kebutuhan industri semaksimal mungkin
Namun juga tidak perlu berlebihan
Harus dievaluasi berapa kebutuhan keseluruhan industri
Dan melakukan survei kebutuhan pada setiap kategori industri
MOL: Jika 2 prinsip tidak terpenuhi, tidak akan ada perekrutan dan jadwal pasti
Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) menyatakan program perekrutan PMA India bergantung pada dua syarat, mencakup kebutuhan dari pihak perusahaan dan apakah skema pelaksanaan yang diajukan India sesuai dengan permintaan dan standar Taiwan. Selama kedua syarat ini belum terpenuhi, MOL menegaskan tidak akan ada perekrutan maupun jadwal kedatangan yang ditetapkan.
