Perang berimbas pada pasokan energi, IMF: Perekonomian dunia di ambang resesi
IMF memperingatkan, jika konflik berlanjut dan infrastruktur energi rusak parah, perekonomian global dikhawatirkan mengalami resesi dan menimbulkan inflasi. Namun, banyak negara Asia, mencakup Taiwan malah mendapat peluang besar berkat bisnis AI dan akan mencatat pertumbuhan ekonomi positif.
Konflik di Timur Tengah telah memicu gejolak internasional. Lewat laporan Paparan Ekonomi Dunia (World Economic Outlook) terbarunya, Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan, jika konflik berlanjut dan harga minyak di kisaran US$100 per barel tetap bertahan hingga 2027, perekonomian global akan berada di ambang resesi.
==Pierre-Olivier Gourinchas // Pakar ekonomi IMF==
Risiko resesi ekonomi tampaknya sangat tinggi saat ini
Perang menimbulkan dampak yang tidak merata
Negara pengimpor energi berpenghasilan rendah akan menghadapi bahaya besar
IMF: Timteng+Eropa alami pertumbuhan ekonomi negatif, Taiwan 5,2%
IMF memberikan hipotesis lewat tiga skenario: Jika konflik berlangsung singkat, pertumbuhan ekonomi global akan turun menjadi 3,1%, inflasi secara keseluruhan akan naik menjadi 4,4%. Jika konflik yang semakin memburuk menyebabkan kenaikan harga energi, ekspektasi inflasi dan kondisi finansial yang lebih ketat, pertumbuhan ekonomi akan turun menjadi 2,5%, inflasi akan naik menjadi 5,4%. Jika distorsi pasokan energi berlanjut hingga 2027, pertumbuhan ekonomi akan turun menjadi 2%, inflasi akan melampaui 6%. IMF memperkirakan, negara-negara Timur Tengah dan Eropa akan mengalami pertumbuhan negatif terbesar, sebaliknya, banyak negara Asia mengalami pertumbuhan positif, sementara pertumbuhan ekonomi Taiwan diperkirakan tetap berada di kisaran 5,2%.
Berkat industri AI, tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan diprediksi capai 7,71%
Pada pertengahan Februari tahun ini, Ditjen Anggaran, Akuntansi dan Statistik (DGBAS) Yuan Eksekutif memperkirakan, tingkat pertumbuhan ekonomi Taiwan pada 2026 mencapai 7,71%. Setelah pecahnya perang di Timur Tengah, pemerintah Taiwan untuk sementara membekukan harga minyak dan listrik sebagai langkah mitigasi. Namun, ekspor Taiwan menunjukkan kinerja optimal, maka prospek pertumbuhan ekonomi tahun ini tetap cemerlang.
