300 orang tewas di Lebanon, negosiasi gencatan senjata AS-Iran terancam gagal
Serangan udara Israel di Lebanon telah menewaskan lebih dari 300 orang dalam satu hari, mempersulit tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika dan Iran. Lewat intervensi Amerika, Israel dan Lebanon akan mengadakan perundingan di Washington minggu depan. Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran menegaskan kembali bahwa Iran tidak akan melepaskan kendali atas Selat Hormuz.
AS turun tangan, Israel+Lebanon akan berunding di Washington pekan depan
Pada tanggal 9, PM Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberlakukan gencatan senjata terhadap Lebanon. Namun, juga menekankan bahwa atas permintaan berulang dari Lebanon, ia telah menginstruksikan kabinetnya untuk berangkat ke Washington, D.C. pekan depan guna bernegosiasi langsung dengan Lebanon.
Serangan udara Israel di Lebanon tewaskan 300 orang, lukai lebih dari 1.000 korban
Negosiasi Israel-Lebanon di Washington minggu depan akan dikoordinasi oleh Departemen Luar Negeri AS. Pada tanggal 9, Presiden AS, Donald Trump, langsung menghubungi PM Israel, Benjamin Netanyahu, untuk meminta Israel menahan diri dalam isu Lebanon. Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan udara Israel pada tanggal 8 menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai 1.000 orang, merupakan hari yang paling mengenaskan dalam lebih dari sebulan terakhir. Di tengah berlanjutnya serangan udara dan perintah evakuasi warga oleh Israel, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatinan karena rumah sakit di Lebanon kini sudah kewalahan dan pasokan medis menipis.
Pasukan sementara PBB di Lebanon diserang, 3 staf Indonesia tewas
Pasukan sementara PBB di Lebanon juga diserang Israel, mengakibatkan anggota kontingen asal Indonesia tewas.
==Umar Hadi // Duta Besar Indonesia di PBB==
Termasuk serangan terbaru, menewaskan tiga staf perdamaian Indonesia
Selain itu, sejumlah anggota dari Prancis, Ghana, Indonesia
Nepal dan Polandia juga mengalami luka-luka
Mojtaba tegaskan Iran tak akan lepaskan hak kendali terhadap Selat Hormuz
AS-Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara selama dua pekan. Namun, isu ketidakpastian terus berlanjut terkait apakah Lebanon termasuk dalam cakupan gencatan senjata serta hak kendali Selat Hormuz. Pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, yang belum pernah tampil di depan publik, kembali menegaskan lewat media pada tanggal 9, bahwa Iran tidak akan melepaskan kekuasaan atas Selat Hormuz.
Trump peringatkan Iran agar tidak memungut biaya tol navigasi di Selat Hormuz
Pada tanggal 9, Presiden AS, Donald Trump, juga memperingatkan Iran, melarang Iran memungut biaya terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz. Hal ini semakin mempersulit negosiasi yang akan berlangsung di Pakistan pada tanggal 11.
