Kesepakatan gencatan senjata AS-Iran goyah, Israel gempur habis Lebanon
Di saat dunia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata Amerika-Iran, Israel menyatakan, berhubung kesepakatan ini tidak mencakup Lebanon, mereka melancarkan serangan udara ke Lebanon, mengakibatkan 250 orang tewas dan ribuan korban terluka. Iran mengecam Amerika karena melanggar komitmen dan memperingatkan bahwa mereka mungkin akan menarik diri dari kesepakatan gencatan senjata.
Serangan skala besar Israel mengakibatkan kondisi Lebanon mengenaskan
Tanggal 8 Agustus, Israel melancarkan serangan udara tersengit terhadap Lebanon, menyebabkan kehancuran parah pada ibu kota Beirut dan mengakibatkan lebih dari 250 orang tewas, 1.000 korban terluka dalam sehari. Pemerintah Lebanon menetapkan tanggal 9 April sebagai hari berkabung nasional.
Iran berencana mundur dari kesepakatan, tutup Selat Hormuz, Israel siap bertempur
Israel menggencarkan serangan terhadap Lebanon. Iran menyatakan, 10 poin yang diusulkan mereka mencakup penghentian semua tindakan ivasif di Lebanon, jika Israel melanjutkan serangan udaranya terhadap Lebanon, Iran akan mempertimbangkan untuk menarik diri dari kesepakatan dan menutup Selat Hormuz. PM Israel, Benjamin Netanyahu menekankan, tentara Israel siap untuk melanjutkan serangan terhadap Iran kapan saja.
==Benjamin Nethanyahu // PM Israel==
Israel masih memiliki banyak target yang belum tercapai
Kami akan melanjutkan misi lewat negosiasi atau mejankutkan kembali pertempuran
Kalau perlu, kami sudah siap bertemur kapan saja
Jari kami sudah berada di posisi untuk menekan tombol
10 poin kesepakatan gagal, Iran pertanyakan legitimasi negosiasi gencatan senjata
Tanggal 8, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menekankan bahwa Iran telah lama tidak mempercayai Amerika. Tiga dari sepuluh poin yang diusulkan sudah dilanggar sebelum negosiasi di Pakistan tanggal 10, sehingga menimbulkan keraguan terhadap legitimasi gencatan senjata dan negosiasi selanjutnya. Namun, Wakil Presiden AS, J.D. Vance, menyatakan bahwa syarat gencatan senjata yang disepakati AS tidak mencakup Lebanon. Di sisi lain, meski telah menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu dengan AS, Iran tetap melancarkan serangan terhadap pipa minyak Arab Saudi.
Iran tarik biaya tol navigasi Selat Hormuz, US$1 per barel dalam mata uang kripto
Meskipun AS-Iran telah menyepakati gencatan senjata sementara, akses Selat Hormuz saat ini masih terbatas. Laporan menunjukkan, Iran secara sepihak menuntut kapal tanker yang melintas membayar US$1 per barel minyak. Untuk menghindari sanksi finansial, pembayaran dilakukan dengan mata uang kripto termasuk Bitcoin. Hal ini jelas bertentangan dengan klaim AS yang menyerukan selat "dibuka sepenuhnya tanpa syarat" dan diprediksi akan menjadi fokus perdebatan dalam negosiasi AS-Iran di masa mendatang.
