Saudari kembar Tailan rekrut teman senegara untuk kerja gelap di Taiwan
Kekurangan tenaga kerja di sektor pertanian Taiwan kian serius hingga memicu munculnya pekerja migran ilegal. Sepasang saudari kembar asal Tailan yang overstay merekrut rekan senegaranya lewat TikTok dengan iming-iming gaji sekitar NT$20.000, dan masuk melalui jalur bebas visa wisata. Setibanya di Taiwan, mereka disalurkan ke Yunlin untuk tinggal dan bekerja di sektor pertanian. Setelah menerima laporan, otoritas imigrasi mengamankan 17 orang, termasuk pekerja ilegal, agen dan majikan.
Polisi bekuk 17 oknum, mencakup majikan, agen penyalur, warga Tailan
Pria dalam video mengurus warga Tailan berkedok turis yang tiba di Taiwan lewat prosedur bebas visa. Namun polisi telah mengincar seluk beluk mereka, mulai dari prosedur antar jemput di bandara, akomodasi hingga pencarian kerja ilegal di lahan pertanian Yunlin. Polisi membekuk total 17 oknum, mencakup agen penyalur, majikan dan PMA Tailan yang melakukan kerja gelap setelah visanya kedaluwarsa.
==Chu Chi-jen // Kepala Kantor Kejaksaan Distrik Yunlin==
(Oknum) memakai TikTok untuk merekrut rekan senegara
Untuk datang dan bekerja di Taiwan dengan menggunakan visa turis
Sebagian wanita Tailan yang tiba di Taiwan
Harus membayar biaya makelar sebesar NT$20.000
Kepada kakak beradik kembar asal Tailan tersebut
Menetap ilegal, saudari kembar Tailan jaring rekan senegara untuk kerja di Taiwan
Satgas Imigrasi Taichung menerima informasi bahwa saudari kembar tersebut adalah warga Tailan yang masa berlaku visanya sudah kedaluwarsa. Setiap hari, mereka memasang iklan lowongan kerja lewat TikTok guna menjaring rekan senegara untuk bekerja di Taiwan. Mereka dibantu oleh seorang pria bermarga Chen. Setelah diinterogasi, semuanya telah dialihkan ke Kantor Kejaksaan Distrik Yunlin untuk penyelidikan lebih lanjut.
==Hsu Jun-hsiang // Wakil Ketua Tim Satgas Imigrasi Kota Taichung==
Berdasarkan UU Layanan Ketenagakerjaan
Siapa pun dilarang menjadi perantara bagi WNA untuk melakukan kerja ilegal
Pelanggar akan didenda antara NT$100.000-500.000
Pelanggar yang meraup keuntungan
Akan ditahan dan dijatuhi hukuman penjara di bawah tiga tahun
Ditambah dengan denda di bawah NT$1,2 juta
Tiba di Taiwan di luar jalur keagenan adalah pelanggaran, oknum akan didakwa
Dari informasi yang diketahui, PMA Tailan yang datang untuk bekerja gelap di Taiwan dipungut biaya serba-serbi sebesar NT$300 per hari. Pihak kejaksaan menyatakan, semua kegiatan perantara kerja transnasional tanpa izin merupakan aksi ilegal yang dapat mengganggu ketertiban pasar tenaga kerja di Taiwan. Kasus akan diproses sesuai hukum yang berlaku.
