Kasus magang ilegal merajalela, pemerintah diimbau untuk mengawasi kebijakan
Fraksi legislatif Partai Kuomintang menggelar konferensi pers hari ini. Mereka menilai bahwa program "Kelas Khusus Kebijakan Menuju Selatan dan Siswa Tionghoa Perantauan" yang digagas oleh Kementerian Pendidikan tidak efektif selama sepuluh tahun terakhir. Hal ini menyebabkan maraknya fenomena “belajar palsu, nyatanya kerja”. Mereka menuntut pemerintah untuk memperketat pengawasan dan merevisi kebijakan, agar kebijakan kependudukan dan imigrasi tidak menjadi celah eksploitasi tenaga kerja.
Perkuat kebijakan imigrasi, otoritas luncurkan program bagi siswa Asia Tenggara
Kementerian Pendidikan (MOE) dan Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri meluncurkan berbagai program khusus bagi pelajar dan siswa Tionghoa dari negara-negara target dalam “Kebijakan Menuju Selatan” dengan menggabungkan pendidikan kejuruan dan program magang perusahaan. Dewan Pembangunan Nasional juga berupaya meningkatkan kebijakan imigrasi. Namun, dalam acara jumpa pers tanggal 17, fraksi Partai KMT di Yuan Legislatif menyampaikan, anggaran selama 10 tahun terakhir telah membengkak dari NT$1 miliar menjadi NT$4,2 miliar tanpa hasil nyata, sehingga dicurigai sebagai kedok untuk merekrut PMA dengan harga murah.
==Jenny Hsu // Wakil Sekretaris Pertama Fraksi Partai KMT di Yuan Legislatif==
(Siswa) jurusan manajemen data ditugaskan untuk menggoreng ayam
(Siswa) jurusan elektronik diminta untuk memindahkan barang berat
Majikan malah tidak perlu membayar dana stabilisasi ketenagakerjaan
Tidak dibatasi oleh kuota perekrutan SDM
Malah bisa merekrut karyawan penurut yang tidak berani membantah
Ini kalau bukan eksploitasi, apa lagi?
Kasus magang ilegal merajalela, pemerintah diimbau untuk mengawasi kebijakan
Fraksi Partai KMT di Yuan Legislatif menunjukkan, celah hukum telah menyebabkan penyalahgunaan sumber daya pendidikan. Kasus magang berkedok studi merajalela. Minimnya kesempatan magang dan keterampilan berbahasa Mandarin kian menghambat efektivitas pembelajaran. Pemerintah diimbau memperkuat upaya pengawasan dan evaluasi.
Sekolah diminta saring kualifikasi siswa asing, pastikan niat untuk belajar di Taiwan
MOE telah meminta semua institusi pendidikan untuk mengevaluasi sumber finansial dan kemampuan bahasa sebelum merekrut siswa asing, serta memastikan niat mereka untuk belajar di Taiwan. Selain terus mensosialisasikan peraturan terkait program magang dan pelaporan siswa hilang kontak, otoritas juga melakukan kunjungan dan inspeksi gugus tugas Kebijakan Menuju Selatan setiap semester. Jika ditemukan pelanggaran, otoritas akan melakukan intervensi dan penyelidikan khusus.
