Militer AS: Telah menghancurkan 5.000 target dan 80% sistem rudal Iran
Pihak militer Amerika hari ini menyatakan telah menghancurkan lebih dari 5.000 target di Iran, mencakup 80% sistem rudal, basis angkatan laut, angkatan udara dan sarana komunikasi setempat. Seiring perkembangan operasi militer yang tercapai lebih awal, Trump menyakini bahwa perang melawan Iran akan segera berakhir.
Operasi maju lebih cepat dari yang diperkirakan; Trump: Perang segera berakhir
Sejak pecahnya konflik Timur Tengah, seluruh dunia menyoroti dengan saksama penilaian Presiden AS Donald Trump terhadap Operasi Epic Fury. Awalnya, Trump menyatakan bahwa operasi militer mungkin memakan waktu empat hingga lima minggu, tapi pada tanggal 9, ia mengungkapkan bahwa serangan terhadap Iran "hampir" selesai, namun bukan minggu ini.
==Donald Trump // Presiden Amerika Serikat==
Mereka tidak memiliki angkatan laut dan angkatan udara
Mereka tidak memiliki peralatan pertahanan udara, semuanya hancur
Maka kita bisa menyebutnya sebagai kesuksesan besar
CNN: Iran berencana menerapkan tarif pada kapal yang melewati Selat Hormuz
Namun, Korps Garda Revolusi Iran segera mengeluarkan pernyataan mengklaim bahwa mereka dapat terus berperang selama enam bulan lagi tanpa masalah. CNN melaporkan, Iran berencana menerapkan tarif pada kapal yang melintasi Selat Hormuz, namun menyatakan pada negara-negara Arab dan Eropa, asalkan mengusir duta besar AS dan Israel, kapal negaranya akan diizinkan lewat.
Trump: Kalau berani memblokade minyak, Iran akan hadapi gempuran 20 kali lipat
Trump merespons bahwa jika Iran mengambil tindakan apa pun untuk memblokade minyak dari Selat Hormuz, Iran akan menghadapi pembalasan 20 kali lipat dari AS.
==Donald Trump // Presiden Amerika Serikat==
Saat waktunya tepat, Angkatan Laut AS dan mitra-mitranya
Akan mengawal kapal tanker melewati Selat (Hormuz) jika perlu
Ketidakstabilan pasokan minyak akan berlanjut sepanjang masa jabatan Trump
Selat Hormuz memasok 20 juta barel minyak mentah dan produk olahan setiap hari, dan tidak pernah terputus selama lebih dari seminggu, begitu pula untuk gas alam. Para ahli CSIS khawatir, bahkan jika perang berakhir, ketidakstabilan di Teluk Persia dapat berlanjut sepanjang masa jabatan Trump.
