Kebijakan baru alokasikan 20% rumah hunian dan subsidi renovasi fasilitas anak
Kementerian Dalam Negeri mengumumkan kebijakan baru untuk mendorong angka pernikahan dan natalitas, termasuk menyisihkan 20% kawasan hunian dan peningkatan subsidi untuk perbaikan fasilitas keselamatan anak. Diharapkan pada tahun 2028, akan tersedia 42.000 unit hunian komunitas dan 140.000 kuota subsidi sewa rumah, yang bermanfaat bagi total 180.000 pasangan yang sudah menikah dan memiliki anak.
Kebijakan baru tujuannya baik, warga: Belum pertimbangkan tambah anak kedua
Ibu Chiu yang berusia lebih dari 30 tahun sedang hamil delapan bulan. Ia telah menikah selama dua tahun dan akan segera menyambut kelahiran anak pertamanya. Ia memenuhi syarat untuk mengajukan permohonan hunian bagi pasangan menikah dan tambahan subsidi bagi keluarga dengan anak dari Kementerian Dalam Negeri (MOI). Walau maksud kebijakan hunian pemerintah diyakini baik, namun untuk sementara, ia tidak mempertimbangkan untuk melahirkan anak lagi.
==Ibu Chiu // Karyawati kantor==
Melahirkan anak bukan cuma harus mempertimbangkan
Faktor masalah tempat tinggal saja
Tapi juga mencakup hal-hal terkait penitipan anak dan masalah pendidikan
Serta harus mempertimbangkan apakah lingkungan kerja (pemasukan) stabil
MOI sediakan hunian bagi pasangan nikah+punya anak, tahun lalu ada 1.022 unit
Kementerian Dalam Negeri (MOI) mengumumkan kelanjutan program hunian bagi keluarga yang menikah dan punya anak. Pada tahun lalu, MOI telah menyediakan 1.022 unit. Tahun ini, sesuai perkembangan proyek konstruksi di berbagai daerah, sembilan kabupaten dan kota akan mengalokasikan 20 persen unit hunian bagi pasangan menikah dan punya anak. Selain itu, pemerintah menambah subsidi renovasi sarana keamanan anak bagi penyewa melalui program pengelolaan sewa hingga maksimal NT$ 6.000 per tahun. Batas pajak pendapatan keluarga penerima subsidi sewa juga dilonggarkan hingga 3,5 kali biaya hidup minimum. Sedangkan keluarga dengan bayi mendapat tambahan subsidi sewa sebesar 100 persen untuk anak pertama.
Chiang Wan-an: 30-an perusahaan telah mendaftar, terima saran selama uji coba
Terkait program reduksi jam kerja karyawan untuk mengasuh anak yang diluncurkan oleh pemkot Taipei pada Maret ini, sudah ada lebih dari 30 perusahaan yang mendaftar untuk berpartisipasi. Otoritas juga akan melakukan diskusi dan tinjauan program dengan merangkul semua saran masyarakat selama masa uji coba.
==Wang Yue-hao // CEO Yayasan The Garden of Hope==
Kami lebih mengharapkan agar pemerintah
Dapat merancang sebuah program pendukung yang lebih optimal
Dan menyeluruh
Ormas imbau adanya sistem pendukung sosial guna tingkatkan angka kelahiran
Ormas mengimbau pemerintah untuk membentuk sistem pendukung sosial yang lebih komprehensif bagi kalangan yang enggan untuk menikah atau memiliki anak. Pemerintah pusat juga diimbau bekerja sama dengan pemda untuk menjamin stabilitas keluarga yang berencana memiliki anak.
